Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri death-march-kara-hajimaru-isekai-kyousoukyoku-bahasa-indonesia-chapter-17-2. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri death-march-kara-hajimaru-isekai-kyousoukyoku-bahasa-indonesia-chapter-17-2. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Juni 2017

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-2 Pesta Kebun (1)

View Article
Chapter 17-2. Pesta Kebun (1)


Satou di sini. Selama generasi orang tua ku, tampaknya normal untuk mengadakan pernikahan di aula pernikahan dengan hidangan lengkap yang mewah.
Aku mendapatkan kesempatan untuk menghadiri pernikahan seorang teman di mana kami disajikan makanan prasmanan sambil berdiri di pesta kebun setelah upacara di sebuah gereja pernikahan. Mungkin tidak bisa dibandingkan dengan hidangan lengkap yang mewah, tapi aku ingat sangat menikmati kebebasan untuk mengobrol dengan teman-teman ku dan kerabat mereka.

◇ 

"--Phew, aku akhirnya bisa bernafas." 

Aku akhirnya selesai menyapa orang-orang. 

Begitu kami selesai dengan parade setelah pembentukan ksatria pribadi, kami diundang ke taman besar yang terpisah dari tempat upacara, untuk menjadi tamu kehormatan utama dari pesta kebun yang disponsori oleh keluarga kerajaan. 
Aku berpikir bahwa pesta kebun akan berarti obrolan yang menyenangkan, camilan mewah, dan waktu untuk menikmati semua jenis permainan--.  

Tetapi aku tidak diberi waktu untuk menikmati semua itu ketika aku dikerumuni oleh sejumlah bangsawan mengerikan yang mencoba menyambutku. 

"Ahaha, begitulah perlakuan untuk tamu kehormatan." 
"Aku tidak bisa mengatasi semuanya jika Mito tidak mengambil alih setengah dari mereka, kau benar-benar menyelamatkanku." 

Sapaan itu mungkin akan berlanjut sampai matahari tenggelam jika Hikaru tidak berinisiatif untuk mengurus setengah dari mereka. 

"Satou -san, Mito-san, apakah kalian mau jus buah." 
"Terima kasih, Zena -san." 

Aku membasahi tenggorokanku dengan jus anggur lezat yang dibawa Zena -san. 

"Daging ?" 
"Kami mengamankan daging untuk Master, nodesuyo." 
"Terima kasih, kalian berdua." 

Aku tiba-tiba harus berurusan dengan para bangsawan saat aku ingin menikmati Daging sapi Oumi panggang dengan Pochi dan Tama sebelumnya, karena itu keduanya mengamankan beberapa untukku.

Setelah mengelus kepala Tama dan Pochi , aku menerima daging panggang di atas piring. 
Daging panggang yang memang sudah lezat dengan sendirinya, namun saus asin-manis di atasnya memunculkan rasa daging yang berlipat ganda. Itu sangat lezat. 

"Jamur, lezat." 

Kali ini, Mia membawa sate jamur berwarna-warni bersamanya. 
Mereka terlihat sangat beracun tetapi ternyata mereka semua jamur biasa meskipun warnanya begitu. 

"Ini lezat, Mia." 
"Nn." 

Mia mengangguk puas. 

Ketika aku menyerahkan piring kepada pelayan terdekat setelah selesai makan, seseorang memanggil ku dari belakang. 

"Selamat atas pembentukan ksatria pribadimu, Sa - Earl Pendragon-sama." 

Ketika aku berbalik sambil berpikir 'ada lagi?' - putri Viscount Emlin, Rina Emlin, yang telah bekerja sebagai wakil gubernur Brighton City, dan juga anggota kesatria pribadi berdiri di sana. 

Dia masih anak-anak ketika kita pertama kali bertemu, tapi sekarang dia terlihat lebih dewasa daripada usianya. 

"Untuk seseorang sepertiku dapat masuk dalam Ksatria Pengantin yang mulia - itu, um, kehormatan terbesar!" 

Sepertinya Miss Rina merasa gugup, dia terbata-bata. 

"Apa yang kau katakan! Ini semua berkat Rina -chi yang mengelola Brighton sehingga Master bisa berkeliling dengan bebas. Berhentilah merendahkan dirimu dengan 『 Seseorang sepertiku 』." 

Arisa yang dengan licik memeluk lenganku saat menyemangati Miss Rina. 

"Nn, gadis yang baik." 

Mia memeluk lenganku yang lain. 

Ketika mereka mengambil pose yang sama seperti ini, pertumbuhan Arisa menjadi jelas. Arisa yang seumuran dengan siswa sekolah dasar kelas atas sekarang menjadi sebesar siswa sekolah menengah - atau hanya perasaanku saja, tetapi pasti dia semakin besar. 
Pochi dan Tama berangsur-angsur tumbuh juga, tetapi pertumbuhan mereka tampaknya lebih lambat daripada beastkin biasa, mungkin itu efek samping dari memiliki terlalu banyak poin kekuatan dari naik level.

Ups, yang lebih penting, aku harus mengucapkan terima kasih kepada Miss Rina dulu -. 

"Keduanya benar. Berkat upaya Rina -san, Brighton City mendapatkan kemajuan yang lebih baik dari yang aku dan Marquis Muno harapkan." 
"Oh, tidak sama sekali! Aku tidak berbuat banyak! Itu semua berkat semua orang di Firm dan pejabat Echigoya." 
"Dan mereka bekerja dengan sangat baik karena wakil gubernur! Banggalah dengan hasil pekerjaanmu yang luar biasa!" 

Arisa memukul punggung Nona Rina yang malu-malu seperti nenek-nenek dari Osaka. 
Karena Miss Rina meminta pendapat ku tentang masalah ini, "Apakah itu benar?" dengan pandangan ke atas, aku tersenyum dan mengangguk ke arahnya, "Seperti itulah." 
Kemudian Miss Rina tersenyum bangga dengan warna merah di pipinya. 

"Satou-sama, beri kami pujianmu juga, lihat kami dalam pakaian terbaik kami di sini." 

Si rambu merah muda Putri Menea datang bersama Elina, newbie- chan, dan pelayan wanita Karina dengan dia.
Ini adalah pertama kalinya aku melihat Puteri Menea dengan armor, tak terduga itu cocok dengannya. 

Ada banyak pendapat tentang memasukkannya sebagai anggota, tetapi setelah mempertimbangkan fakta bahwa dia adalah satu dari sedikit orang yang bisa akrab dengan Lady Karina, dan dia memiliki  Gift of summoning magic yang layak untuk dilindungi, dan bahwa dia adalah anggota keluarga kerajaan Rumooku di mana Shadow Castle berada, dia akhirnya diputuskan untuk masuk. 
Karena Shadow Castle sepertinya adalah tempat yang sangat terhubung dengan Demon God, ada kemungkinan aku akan mengunjunginya di masa depan. 

"Ya, itu sangat cocok untukmu. Kalian juga Elina dan Totona, kalian terlihat fantastis." 
"Terima kasih, Satou-sam ." 
"Ehehe , kau membuatku malu." 
"T-terima kasih banyak! Aku benar-benar bahagia!" 

Masing-masing bereaksi ketika aku memuji mereka seperti yang diminta. 
Melihat itu, semua anggota golden armor dan silver armor berkumpul di sini. 

"Master, aku juga berharap pujianmu jadi aku informasikan." 
"Masita, aku juga " 
"Masita ... Jika kau bisa memberi ku juga." 

Aku memuji sosok imut yang gagah dengan armor mereka satu per satu dan menikmati pesta kebun bersama. 

Sepertinya tuan rumah tahu tentang preferensi mereka, ada banyak hidangan daging dan manisan. 
Sebagian besar hidangan yang direkomendasikan Liza kepada ku, "Ini bagus", sangat lezat. Karena pesta ini dihadiri oleh para bangsawan, tampaknya mereka tidak menyajikan daging yang cukup keras hingga rasanya akan mematahkan gigimu, yang merupakan favorit Liza. 
Aku berhenti makan setelah cukup untuk tidak membuat diriku terlalu kenyang untuk hidangan lain, lalu aku mencoba Yamu Cha bergaya Cina yang direkomendasikan Lulu, dan manisan yang begitu manis yang rasanya seperti gigiku mencair setelah direkomendasikan oleh Mia dan Arisa.

◇ 

"Cukup banyak harem yang kau dapatkan, Satou." 

Yang datang sembari melontarkan komentar yang mengundang kesalahpahaman adalah Lady Ringrande Oyugock , [Witch of Sky Breaker] dan mantan pendamping Hero Hayato. 
Lady Maryest, penyihir agung dari Saga Empire dan adik perempuan dari kaisar mendiang Saga Empire mengikutinya.

"-Ane-sama." 

Sera yang berdiri di sebelahku terlihat ragu-ragu. 
Sepertinya dia masih tidak pandai berurusan dengan Lady Ringrande, kakak perempuannya seperti biasanya. 

Karena kakak perempuan yang dimaksud mencintai Sera, dia memeluk dan menyapanya dengan jujur, "Aku kembali Sera."

"Ringrande-sama  dan Yang Mulia Maryest . Apakah semuanya urusan di Saga Empire sudah selesai?" 
"Ya, terima kasih kepada kapal udara berkecepatan tinggi yang dipinjamkan olehmu Earl Pendragon, aku akhirnya bisa mendapatkan gubernur provinsi dan orang-orang dengan jabatan penting lainnya." 

Aku diberitahu bahwa keduanya mendapatkan armor mereka juga, tetapi karena kehancuran sebagian Saga empire, mereka pergi bersama-sama ke Saga empire. 
Biasanya, itu bukan tugas Putri Kekaisaran Maryest untuk mengurusnya karena dia menjauhkan diri dari Saga empire, tetapi dalam situasi di mana sebagian besar keluarga kekaisaran dan tokoh-tokoh penting kekaisaran telah hilang, dia tidak tega meninggalkan pengungsi di ibukota kekaisaran. 

"Ya ampun, selamat datang kembali." 

Arisa memperhatikan keduanya dan pergi untuk berbicara dengan mereka. 

"Mungkin kita seharusnya menunda formasi ksatria pribadi jika kita tahu kau akan kembali secepat ini." 
"Kita akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali jika kita mengikuti rencana itu. Itu tidak bisa dihindari. Selain itu, jika aku tinggal di sana lebih lama, rasanya seperti mereka akan membuatku menjadi kaisar baru, jadi aku buru-buru kembali ke sini." 

Karena penurunan tajam anggota keluarga kerajaan dan bangsawan di ibu kota, bangsawan regional yang telah meninggalkan ibukota mungkin berusaha meningkatkan pengaruh mereka dengan cepat sekarang. Situasi politik di sana mungkin akan menjadi badai untuk sementara waktu. 

"Bukankah mereka akan mencoba untuk membawamu kembali?" 
"Masih ada beberapa anggota kerajaan yang masih hidup bahkan jika mereka diposisikan rendah dalam tangga hak waris kerajaan, itu seharusnya tidak masalah. Beberapa orang idiot bahkan mencoba menjadikan Trimenus sebagai penguasa boneka di atasku, kepalaku sakit." 

Menurut putra mahkota Soltrick , calon tunangan putra tertua , mendiang putri tertua Saga empire, puteri Trimenus telah menutup diri di kamarnya sejak berita tentang bencana di ibukota kekaisaran yang dilakukan oleh Goblin King terjadi. 
Itu bisa dimengerti, mengingat dia baru saja kehilangan orang tuanya dan banyak saudara kandungnya. 

Yah, itu berlaku untuk Putri Maryest juga. 

"Mary, simpan itu untuk nanti, jangan lupa ucapkan selamat." 

Lady Ringrande menyadarkan Putri Maryest yang memegang kepalanya. 

"Satou, selamat atas pembentukan ksatria pribadimu." 
"Oh, benar. Selamat Earl Pendragon." 
"Terima kasih." 

Aku membungkuk kembali kepada mereka. 

"Hei, hei, jadi kalian berdua telah menerima armor yang kukirimkankan, sudah mencoba memakainya?" 
"Ya - Benar, haruskan aku berganti pakaian karena aku lebih suka jika faktanya diketahui banyak orang. Bagaimana denganmu Rin?" 
"Jika Mary berganti, aku juga akan berganti." 

Keduanya menyetujui saran Arisa. 

"Jika aku mempromosikan kepada orang-orang di sini bahwa aku adalah salah satu dari simpanan Satou, aku pasti akan mendapat lebih sedikit lamaran pernikahan." 

Lady Ringrande mengatakan itu dengan bercanda. 

"Itu bukan simpanan, itu anggota ksatria pribadi." 

Aku mengoreksinya karena ini penting. 

"Ya, ya, benar. Itu anggota." 

Tolong berhenti memakai wajah "Geez, dasar Satou ", itu.

◇ 

"Yang Mulia Maryest, bagaimana situasi di Saga Empire saat ini?" 
"Ada kekacauan, tetapi telah mereda di semua kota selain ibu kota ketika berita tentang hero saat ini mengalahkan para demon lord dan 『Goblin Demon Lord』 di ibu kota menyebar. " 

Princess Maryest yang telah berganti dengan armornya menjawab Putri Sistina . 

"Kami berutang segalanya kepada Hero Nanashi dan Golden Knight. Terima kasih banyak." 

Princess Imperial Maryest memberikan hormat dengan gaya wanita bangsawan setelah melihat Hikaru dan kami. 
Meskipun hanya ada kita berempat di sekitar sini sekarang, gemerisik meledak dari orang lain yang melihat dari jauh.

Sepertinya mereka berdua telah menyadari fakta bahwa kita adalah identitas asli Hero Nanashi dan para golden knight. 

"Kalau begitu, kau lebih baik berterima kasih kepada Hero Nanashi dan Golden Knight, bukan kita." 
"Kurasa itu benar. Aku harus ingat untuk mengungkapkan rasa terima kasihku saat kita bertemu berikutnya." 

Princess Imperial Maryest dengan cepat mengangguk pada Hikaru.

"Selain itu, aku mendengar Hero Seigi dan Hero Yuuki berperan dalam penaklukan demon lord di ibukota." 
"Ya, mereka bekerja keras membantu menghilangkan puing-puing dan menenangkan pengungsi bahkan sambil mengeluh ketika aku tiba di sana." 

Itu terdengar seperti keduanya. 

"Apakah benar-benar seburuk itu di ibukota?" 
"Ya, itu mengalami kerusakan yang parah, namun karena mereka tidak menemukan orang terjepit di bawah puing-puing, dan puing-puing yang lebih besar semuanya telah dihilangkan, aku yakin hal itu akan kembali seperti semula dalam beberapa tahun mendatang." 

Aku membantu itu ketika aku mampir di ibukota. 
Butuh waktu setengah hari untukku, tetapi melakukan hal itu dengan cara biasa akan memakan banyak biaya. 

"Tetapi..." 

Dengan segelas anggur merah di tangannya, Lady Ringrande bergumam seolah dia mengingat sesuatu. 

"Memikirkan 『 Goblin Demon Lord 』 yang dikalahkan oleh Hero Generasi Pertama dihidupkan kembali. " 
"Ya ... Tiga great demon lord telah dibangkitkan, seolah-olah 『End of the World』 telah dimulai, aku tidak suka itu. " 

Princess Maryest mengucapkan beberapa kata yang terdengar tidak menyenangkan. 
Tolong berhenti mengibarkan flag berbahaya yang kedengarannya itu bisa terjadi.



TL: Ryuusaku
EDITOR: Isekai-Chan

Sabtu, 01 Juli 2017

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-3 Pesta Kebun (2)

View Article
Chapter 17-3. Pesta Kebun (2)


Satou di sini. Karya-karya asli dari cerita buku bergambar yang terkenal terkadang memiliki bagian yang aneh di dalamnya. Meskipun kengerian, lingkungan yang buruk, dan akhir yang tidak bahagia mungkin ada gunanya sebagai pelajaran moral, namun aku lebih suka akhir buruk yang sia-sia dan hanya memperburuk kesan keseluruhanmu tentang pekerjaan dan membuatmu ingin berhenti bekerja.


"Oh, aku tahu itu!"

Seseorang bereaksi terhadap istilah yang terdengar tidak menyenangkan, "End of the World", yang diucapkan oleh putri Maryest.

"Itu adalah kalimat yang dikatakan Demon God kepada hero di 『 Hero Bridegroom 』desuwa!"

Miss Karina yang bersaing ketat dengan Pochi dan Tama, berjalan di sini dengan mata berbinar.
Dia pasti bersemangat untuk bergabung dalam percakapan tentang topik hero yang sangat dia cintai.

"Ya, itu benar."

Putri Maryest memberikan konfirmasi.

"Seperti yang diharapkan dari putri Marquis Leon Muno, ahli penelitian hero terkemuka. Perkataan itu hanya ditulis dalam edisi pertama, oleh karena itu hanya sedikit yang mengetahuinya."
"Keluarga kami memiliki edisi pertama buku yang diberikan kepada kami oleh Yang Mulia!『Hero Bridegroom』adalah favoritku, aku dapat mengingat semua adegan yang sangat kusukai!"

[Hero Bridegroom] yang dibicarakan gadis-gadis ini tampaknya adalah dongeng yang menceritakan Hero generasi pertama yang mendirikan Saga Empire sebagai protagonis.

Cerita ini terbagi dalam bagian pertama dan selanjutnya, bagian pertama menggambarkan hero bekerja bersama dengan Dewa Parion yang membuat tubuhnya menjadi fana untuk melawan Demon God yang memimpin tujuh demon lords, dan kemudian membuangnya ke bulan. Hal yang terdengar tidak menyenangkan sebelumnya dikatakan oleh Demon God yang dikalahkan hero saat klimaks terjadi.
Bagian terakhir terdengar persis seperti judulnya, ini tentang hero menyelesaikan ujian para dewa sampai ia diundang ke Dunia Para Dewa sebagai setengah dewa, untuk menikahi Dewa Parion.

Mungkin pria berambut hitam yang menghentikan kebangkitan Demon God di Saga Empire adalah hero generasi pertama - tidak, tidak mungkin. Memadukan fiksi dan kenyataan bukan lelucon yang bagus.

Itu mengingatkanku, aku pernah membaca buku bergambar Pochi dan Tama dengan cerita serupa tetapi isinya sedikit berbeda. Paling tidak, tidak ada kata-kata berbahaya yang terdengar seperti [End of the World] muncul.
Buku bergambar itu mungkin mengalami banyak revisi agar cocok untuk anak-anak.


"Jadi, apa sebenarnya 『End of The World』?"

Arisa bertanya dengan tidak sabar.

"Demon God mengatakan ini pada hero--"

Miss Karina menyesuaikan nadanya dan melafalkan perkataan Demon God dari ingatannya.

『Upaya yang sia-sia. Tidak peduli berapa kali kau terlahir kembali, harapanmu tidak akan pernah dikabulkan. 』

--Mereka tidak dilahirkan kembali. Kehidupan para dewa berbeda dari manusia, kau tahu.

Tumpang tindih dengan suara Lady Karina, suara orang lain muncul kembali dalam pikiranku.

『Tidak, itu tidak mungkin! Aku pasti akan mewujudkannya! Bahkan Dewa menghendakinya! 』
『Tidak masalah apa yang diinginkan dewi kecil itu, manusia tidak bisa menjadi dewa.』

- Dewa tidak cukup mahakuasa untuk membagikan keilahian kapan pun mereka mau.

Aku tidak ingat kapan aku mendengar kata-kata itu.

『Baik itu ratusan, bahkan ribuan tahun, itu suatu hal yang tidak dapat dicapai oleh seorang manusia rendahan sepertimu.』

--Jika satu bagian jiwa tidak cukup, Kau hanya harus mengumpulkan banyak dari mereka.

Suara anak kecil yang terdengar membuatku menahan diri.

"Nyuru n"

Tama tiba-tiba membelitkan dirinya di leherku.

"Kau baik-baik saja ?"

Tama menatapku dengan mata polos.
Garis pandang gadis-gadis lain juga telah tertuju padaku.

Sepertinya aku tenggelam dalam pikiranku dan melewatkan narasi Lady Karina.

"Terima kasih, Tama. Bukan apa-apa."

Yang terakhir untuk gadis-gadis yang menatapku dengan cemas.

"Maaf, aku melewatkannya di tengah jalan. Jadi, apa ini『End of The World』?"
"Mau bagaimana lagi. Aku akan mengulangnya sekali lagi untukmu."

Tanpa terlihat tersinggung sedikit pun, Lady Karina membacakan kembali kisah itu.
Sepertinya aku melewatkannya dari bagian [ratusan, ribuan].

Kata-kata bermasalah muncul ketika demon god diusir ke bulan dengan holy sword hitam pekat yang diciptakan oleh Dragon god.
<TLN : Hmm, apakah itu pedang yang satou temukan pas lagi jalan-jalan diluar angkasa? Emang besarnya gak masuk akal sih .-.>

『O Hero, hero menakutkan yang bahkan melampauiku, Demon god. kau mungkin kuat, namun akhir dunia akan datang sebagai nasib yang tidak akan pernah berubah. 』
『Akhir dunia? Selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkan kalian melakukan sesuatu sesukamu kepada dunia ini yang sangat dicintai Para Dewa! 』
『Dengarkan dengan baik, wahai musuhku. Di masa depan yang jauh, ada tiga great demon lord yang mencoba untuk menghancurkan dunia. Itu adalah lonceng yang membunyikan pertanda akhir dunia akan datang. 』
『Dunia ini tidak akan berakhir! Karena aku akan menjadi familiar Dewa dan melindungi dunia! 』
『Maka kau akan membuktikan kata-kata itu. Aku akan bangkit kembali pada malam [End of The World]. Mari kita bertemu lagi, apakah kau benar-benar berhasil naik ke Tahta Dewa. 』

Begitu ya, pertanda untuk [End of The World] seharusnya adalah kemunculan dari tiga great demon lord, [Golden Wild Boar King], [Dog-head Ancient King], dan [Goblin Demon Lord].

"Kalau begitu, mungkin pria berambut hitam itu ..."

Arisa menatap wajahnya seolah dia akan menganggap serius cerita fiksi itu dan mengklaim bahwa pria berambut hitam yang menghentikan kebangkitan demon god adalah hero generasi pertama.

"Itu hanya fiksi, Arisa."
"...Kau benar."

Jika hero generasi pertama benar-benar berhasil menjadi demi-god, Aze-san akan mengutipnya sebagai contoh sukses ketika aku bertanya kepadanya tentang kenaikan dewa.

"Tapi, Satou."

Hikaru menunjuk dirinya sendiri.

Oh benar, Hikaru berhasil membuat dirinya berada 600 tahun ke depan dari masa berdirinya Shiga Kingdom melalui hibernasi buatan.
Hero generasi pertama adalah seseorang dari zaman yang dua kali lebih jauh dari itu, tetapi masih ada kemungkinan dapat bertahan sampai saat ini dengan menggunakan obat peremajaan beberapa kali.

"Master! Mereka memiliki menara sampanye yang dipajang di sana, jadi aku informasikan."
"Master, itu luar biasa nodesu! Ini luar biasa nodesu!"
"Master, mereka sedang menyiapkan Dragon Snake (Naga) panggang di sana. Apakah Kau ingin pergi memeriksanya bersama?"

Nana, Pochi, dan Liza melenyapkan suasana hati yang berat di sekitar kami dengan suara riang mereka.

"Lulu adalah orang yang mengatur api pada daging panggang itu, jadi tolong jika kau bisa!"
"Terima kasih, kalau begitu, ayo kita periksa semuanya."

Ketika aku memikirkannya, bahkan jika hero generasi pertama masih hidup hari ini, itu tidak mengubah apa pun.
Akan lebih baik jika Demon god tidak dihidupkan kembali.

"Master, daging panggang ini disponsori oleh semua orang dari Echigoya Firm. "

Semua anggota Echigoya Firm hadir di sebelah Lulu.

"Tuan Pendragon, selamat atas pembentukan ksatria pribadimu."
"Terima kasih, General Manager Elterina."

Ketika aku mengucapkan terima kasih, dia memejamkan mata, tampak sangat tersentuh.

"Selamat, Tuan Pendragon. Kami benar-benar bersyukur bahwa Kau akan memesan peralatan Ksatria Pengantin melalui kami."

Tifaliza yang menemani manajer mengucapkan terima kasih dengan matanya yang biasanya bijaksana.
Armor pengantin dirakit dan didekorasi oleh Echigoya Firm, mungkin untuk menyembunyikannya dariku.

"Aku tidak akan pernah berpikir bahwa mereka yang tidak unggul dalam kecakapan tempur dapat bergabung dengan ksatria pribadi juga."

Tifaliza bergumam dengan suara sangat rendah sehingga aku tidak bisa mendengarnya tanpa Skill [Attentive Ear].
Pandangannya tertuju pada Miss Rina, wakil gubernur Brighton City.

"Ah, dia akan bertugas mengelola benteng ksatria pribadi."

Mungkin Tifaliza ingin bergabung dengan ksatria pribadi?

"Lalu, bukankah kita bisa bergabung untuk mengelola logistik?"
"Itu ide yang bagus!"

Manajer itu benar-benar mendukung gagasan Tifaliza.
Sepertinya manajer dan Tifaliza ingin bergabung dengan pasukan ksatria pribadi.

Meskipun itu mungkin akan mengundang kecurigaan tentang hubunganku dengan Kuro, orang-orang sudah menganggapku sebagai [Nanashi yang lain], atau [Avatar Dragon yang membantu Nanashi] atau [Salah satu dari bawahan Hero Nanashi], terlalu terlambat untuk mempermasalahkan hal itu.
Selain itu, aku harus menghargai gadis-gadis ini karena selalu bekerja keras di belakang layar sebagai [Unsung Hero].

Aku mengangguk pada keduanya yang menatapku dengan cemas.

"Baiklah, aku akan mempercayakan logistik dan pemeliharaan peralatan kami ke Echigoya Firm."
"Terima kasih banyak!"
"Kami akan mengerahkan yang terbaik untuk melayanimu."

Manajer dan Tifaliza tersenyum bahagia.

"Kami akan memberi tahu anggota lain juga."
"Yang lebih penting lagi, kita harus membuat pesanan tambahan untuk baju besi pengantin!"

Keduanya pergi setelah berkata, "Kami permisi dulu, Ku - Tuan Pendragon!"

Jangan bilang, mereka ingin bergabung dengan Ksatria Pengantin semata-mata karena mereka ingin mengenakan baju besi pengantin.

"Mereka bahagia sekali."

Aku setuju dengan Arisa yang bergumam saat mereka pergi.

Mereka bahkan hampir menyebutku Kuro karena kesalahan.


"Haa, itu menyenangkan, dan melelahkan "

Arisa menjatuhkan diri di sofa sambil mendesah, "Le lah."

"Kamar mandi sudah siap, bagaimana kalau kita menghilangkan kepenatan kita di dalamnya."
"Master, mari kita mandi bersama."
"Nn, bersama."
"Cuci punggungmu ?"
"Pochi akan mencuci nodesu! Pochi adalah ahli dalam mencuci punggung nanodesuyo!"

Kelompok pemuda mengundangku untuk mandi, tetapi karena aku ingin melakukan sedikit pekerjaan ringan pada hal-hal yang kulakukan sebelum upacara, aku menolak tawaran mereka.

Melihat keluar melalui jendela, aku melihat bulan purnama yang dibalut cahaya ungu suram.

"Itu bulan ungu."
"Bulan ungu?"

Aku menirukan perkataan Hikaru untuk bertanya padanya.

"Kurasa itu semacam pertanda baik? Karena dikatakan bahwa warna ungu menandakan bahwa demon god sedang mengamuk, mencoba untuk keluar dari segelnya."
"Dia mencoba untuk keluar, tapi itu pertanda baik?"
"Un. Karena fakta bahwa itu mencoba untuk keluar berarti『 segel Demon god belum rusak 』."
"Oh, aku mengerti."

Itu tidak terpikirkan--.
Hikaru tersenyum padaku ketika aku mengangguk dan mengikuti gadis-gadis lain ke kamar mandi.

Aku melihat bulan lagi.

Omong-omong, apakah Demon god benar-benar disegel?

Sejauh pengetahuanku, Demon god telah memanggil sebagian rambutnya, dan telah membagi-bagi fragmennya kepada orang-orang yang bereinkarnasi bahkan sekarang.

"Kurasa aku terlalu memikirkannya ..."

Jika dia tidak disegel, Great weasel demon lord dan goblin demon lord tidak akan berusaha untuk membuka segelnya.
Apakah, segelnya mulai melemah?

--Ooops.

Aku menghentikan pemikiranku yang menuju ke arah yang aneh.
Harus berhati-hati untuk tidak mengibarkan flag yang tidak perlu dan merusak segelnya.


Pagi selanjutnya--.

"Master, Kau punya tamu."

Aku dibangunkan oleh seorang pelayan dan pergi ke pintu masuk - bukan kamar tamu karena suatu alasan - di sana, Heim dari Shiga Eights Swords menungguku.

Dia sudah memasang wajah mengerikan walaupun dipagi hari.

"Earl Pendragon, tolong maafkan aku karena telah mengunjungi begitu awal. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepadamu."



TL: Nate
EDITOR: Isekai-Chan

Minggu, 11 Agustus 2013

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 16-17 Menuju Negara Matahari (2)

View Article
Chapter 16-17. Menuju Negara Matahari (2)


Satou di sini. Rupanya, permasalahan internal selalu ada di berbagai era dengan bermacam-macam skalanya. Dari sudut pandang subjektifku, caramu untuk menangani akibatnya secara bijaksana lebih penting daripada siapa pihak yang menang.


"Kau menyebut mereka sebagai pemberontak sebelumnya, namun sejauh yang aku tahu, mereka seharusnya adalah pasukan Sania Kingdom. Apakah tentara memberontak dan membunuh raja?"

Aku mendesak putri tetua [Clan Wand] untuk menjelaskan situasi sambil menatap pada kapal perang hitam yang muncul.

"Raja telah ditipu. Negara ini tidak dapat disatukan tanpa Cland Wand, dia telah ditipu oleh Clan Sword dan melemparkan kita『 Clan Wand 』ke penjara ..."

Apakah mereka dikalahkan dalam permasalahan politik <secara fisik>?

"Dengan kata lain, jika kau ditangkap oleh orang-orang itu, kau akan『 dijebloskan ke penjara dan dieksekusi 』?"
"Tidak--"

Haifa menggelengkan kepalanya untuk membantahnya.

"--Seperti yang aku katakan sebelumnya, negara tidak dapat disatukan tanpa kita,『 Clan Wand 』."

Aku tertarik mengapa itu tidak bisa disatukan, tetapi karena itu bukan masalah utamanya sekarang, aku menunggu dia untuk melanjutkan.

"Jadi, mereka kemungkinan besar akan mengunci kita di penjara dan membuat kita berlari di medan perang sebagai senjata hidup. Aku tidak peduli jika raja bodoh dan warga yang bodoh mati meskipun negara itu dihancurkan, tetapi kita tidak bisa melawan mereka karena mereka telah menyandera keluarga kami. "

Oke, aku bisa sangat bersimpati dengan dia yang mengutamakan keluarganya, tetapi penggunaan kata-katanya terlalu kuat, rasanya seperti kesombongan, atau lebih tepatnya, keangkuhan.
Aku bertanya-tanya apakah ini yang akan terjadi jika Kau dibesarkan dengan gagasan menjadi kaum elit?

"Jika kau tidak peduli dengan negara dan pendudukmu, bagaimana kalau『 Clan Wand 』dan melarikan diri ke negara asing? "
"Apakah kau menyuruh kami menunjukkan punggung kita pada『 Clan Sword 』yang bahkan tidak bisa bertindak seperti perisai daging dengan benar!"

Oh, dia membentak.
Agak terasa seperti kita tidak bisa mencapai kesepakatan meskipun kita bisa saling memahami?

Haifa terlihat seperti wanita yang anggun dari luar, tetapi dia tampaknya cukup berani dan kejam.

"Tongkatku adalah senjata untuk mempertahankan negara kita--"

Haifa tersenyum tidak normal dan memasukkan mana ke tongkatnya.
Tongkat emas berwarna indah memancarkan cahaya merah.

"Tapi biarkan aku mengubah aturan hanya untuk hari ini. Bawa kami ke kapal udaramu jika kau tidak ingin dibunuh oleh tongkatku. Kita tidak bisa ditangkap oleh pengkhianat di tempat seperti ini."

Sekarang dia membuat ancaman.

Un, ayo cepat berpisah dengannya.
Mendapat perasaan bahwa kehadirannya hanya akan menyebabkan stres yang menumpuk.

Ini akan bermasalah jika itu adalah cobaan dari para dewa, tetapi mungkin tidak.

Aku tidak punya niat sedikit pun untuk bersekutu dengan mereka dan menyelesaikan konflik, namun itu juga tidak berarti bahwa aku akan menyerahkan mereka ke kapal perang dan membiarkan mereka digunakan sebagai senjata hidup, jadi aku memutuskan untuk bantu mereka melarikan diri.
Bukan karena aku pikir itu menyusahkan dan ingin membuangnya jauh-jauh, tidak sama sekali.
Aku berpura-pura bahwa aku akan membantu mereka melarikan diri untuk saat ini.

"Apakah kau pikir ini hanya ancaman? Aku serius."

Liza dan Nana mengirimkan pandangan mereka, bertanya padaku, "Haruskah kita menangkapnya?", Aku memberi isyarat agar mereka tetap menunggu.

Aku membuka Peta dan mencari beberapa monster yang terlihat berguna untuk mengganggu kapal perang.
Menemukan monster berlevel 30 sejenis cacing bernama Sand Demon, jadi aku menangkapnya dengan 『Sand Manipulation』 dan melemparkannya ke dekat kapal perang.

- Besar.

Bagian yang keluar dari pasir cukup besar untuk menelan Paus Biru.
Level 30 adalah tipuan yang ekstrim.

"I-itu!"

Haifa terdengar terkejut.

"Sa ... Sand Demon. Kau di sana, bawa Haifa-sama naik ke kapal udara! Cepat sementara kapal perang bertindak sebagai kambing hitam!"

Wanita pelayan-san mengatakan sesuatu yang brutal seolah-olah itu wajar.

"Aku tidak suka melakukan itu, namun kita memiliki Ujian Para Dewa kita sendiri yang harus kita selesaikan."

Aku membungkuk padanya seperti aktor panggung.
Aku membuat dua [Acceleration Gate] di arah haluan kapal udara sedang, dengan arah kebalikan dari kapal perang.

"Izinkan aku berdoa untuk kesuksesanmu dalam menyelesaikan ujianmu sendiri."

Aku mengatakan beberapa doa yang tidak benar-benar datang dari hati, mengarahkan kapal sedang menuju [Acceleration Gate] yang aku hasilkan, dan menggunakan magic wind [Wind Pressure] untuk mendorong kapal maju.
Haifa dan yang lainnya memegang wajah dan pakaian mereka karena tekanan angin yang tiba-tiba, para kapten dan kru kapal sedang membuat keributan.

Aku melayang pergi dengan Sky Drive dari kapal yang melaju kencang menuju [Acceleration Gate], dan membawa Liza dan Nana bersamaku menggunakan [Magic Hand].

"T-tunggu! Apa yang kau--"

Kapal mencapai Acceleration Gate dan membuat akselerasi tiba-tiba saat dia berbicara, dan kata-kata Haifa hilang, tenggelam dalam angin.
Aku tetap waspada terhadap kemungkinan serangan magic selama persiapan, tetapi untungnya, itu berakhir tanpa masalah.

Kami menyaksikan kapal menengah dan Haifa yang menghilang di ujung cakrawala Small Sand Sea sambil melayang di atas pasir.

Tolong lakukan rehabilitasi terhadap dirimu.
Dan jika mungkin, di suatu tempat yang jauh dariku.


"--Kami berhutang budi padamu."
"Tidak, tidak, kami hanya saling membantu di saat yang dibutuhkan."

Kapten kapal perang mengucapkan terima kasih kepadaku yang menyelamatkan kapal perang dari Sand Demon.
Mungkin terlihat munafik dari orang yang menciptakan situasi itu, tapi aku tidak bisa benar-benar meninggalkan kapal perang tenggelam di depan mataku jadi aku turun tangan.

Kapten dan perwira kapal perang ini mengenakan pakaian seperti orang Arab.

Seorang kru dengan mata yang tampak tajam membisikkan sesuatu ke telinga kapten.
Orang yang mengendalikan gargoyle mini beberapa waktu yang lalu.

"Yang Mulia, kapal-kapal yang melayang itu adalah perompak pasir tempat Belbe dan yang lainnya menyelinap masuk."
"Seperti yang kita duga, jadi di mana Belbe dan yang lainnya?"
"Kami tidak bisa menemukan orang yang selamat."
"Yang berarti, kita harus mempertimbangkan bahwa kapal menengah sebelumnya membawa Haifa-dono ..."

Skill Attentive Ear menangkap pembicaraan mereka.

Setelah itu, kapten berbalik ke arahku.

"Earl Pendragon, tentang kapal pasir yang diserang oleh perompak pasir itu—"
"Seorang gadis di atasnya memegang tongkatnya, dan kemudian mereka melarikan diri dari Sand Demon dengan semacam magic."

Dia memang memegang tongkat ketika dia bersikeras untuk naik ke kapal udara kami, tapi akulah yang menggunakan bagian [semacam magic], jadi itu tidak sepenuhnya bohong.
Petugas dengan mata yang tajam memiliki karunia [Eye of Condemnation] Dewa Urion sehingga aku ingin menghindari berbohong di sini.
Aku tidak berpikir karunia itu mampu membedakan kebohongan, tetapi aku masih waspada dengan intuisi orang-orang yang memiliki karunia semacam ini untuk dilihat melalui penjahat.
<TLN : Eye of Condemnation = Mata Penghukuman>

"Siapa yang mengira Ha - 『Clan Wand』 memiliki teknik tersembunyi seperti itu ... "
"Apakah mereka kenalanmu?"

Kapten berhenti berbicara ketika aku bertanya kepadanya.
Dia mengganti namanya menjadi Clan itu sendiri, tapi kurasa tidak ada gunanya melakukan itu.

"Tidak, bawahanku menganggap bahwa mereka mungkin adalah kelompok yang mencuri tongkat berharga milik kerajaan ..."

Tongkat Haifa yang dibawanya adalah milik [Clan Wand] jadi dia tidak mengatakan yang sebenarnya di sini.
Tentu saja, ada juga kemungkinan bahwa [Clan Wand] memiliki tongkat berharga kerajaan karena pengaruhnya.

"Begitu, kedengarannya mengerikan."

Aku menjawab seolah itu bukan urusanku.

"Kami hanya akan menghalangi jika kau akan mengejar kapal itu. Kita akan pergi kalau begitu."
"T-Tolong tunggu."

Tidak ingin terlibat dalam sesuatu yang merepotkan, aku akan pergi sesegera mungkin, tetapi kapten kapal perang menghentikanku.

"Ya apa itu?"
"Aku ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan Kau. Bagaimanapun, silakan kunjungi Clan Sword saat kau berada di Sania Kingdom. Clan kami dengan senang hati akan menyambutmu."

Sepertinya kapten ini adalah keturunan langsung dari [Clan Sword].

"Aku akan menantikan itu."

Aku tidak bisa berjanji akan pergi.
Maksudku, aku hanya bisa merasakan masalah di sana.

Aku memanjat tangga tali yang tergantung di kapal udara dan meninggalkan kapal mereka.
Dan melihat satu gargoyle mini terbang menuju Sania Kingdom.

Tampaknya gargoyle mini berfungsi seperti merpati pos.


"Master, banyak rumah jamur, jadi aku melaporkan."
"Mereka lebih terlihat seperti siput."

Kesan Nana dan Liza masuk akal.
Bangunan-bangunan berbentuk aneh berjajar di royal capital Sania Kingdom.

"Master, ada benda terbang yang mendekati kita."

Beberapa pria yang mengendarai magic tool berbentuk karpet terbang dengan kursi tanpa kaki yang terpasang di papan, terbang ke arah kami.
Itu terlihat seperti karpet ajaib, tetapi jika harus kukatakan, itu lebih mirip mesin waktu robot kucing tertentu dari masa depan.

Karpet ajaib mendekati kapal udara dan terbang sejajar dengan kami sambil memberi isyarat bahwa mereka tidak bermusuhan.

"Kami menganggap bahwa kau adalah Earl Pendragon-sama dari Shiga Kingdom. Kami akan menjadi pemandumu, silakan ikuti kami."

Sepertinya gargoyle mini itu untuk mempersiapkan ini.
Aku ingin mereka datang setelah kami mengunjungi royal capital.

Kemungkinannya besar bahwa mereka akan menyerang kita dengan magic dan artileri magic jika kita benar-benar melakukan tur.

"Terima kasih telah membimbing kita."

Aku meneriakkan itu untuk membalas mereka dan memberi tahu brownies yang mengendalikan kapal.

"Seseorang melihat dari sana ?"
"Tama benar Nanodesu. Ini seperti bersinar-sinar, nanodesuyo."

Tama dan Pochi bergelantungan di pegangan kapal udara sebelum aku menyadarinya.
Aku memanggil keduanya sambil melipat tangan.

"Tama, Pochi?"
"T-tidak seperti itu nodesuyo?"

Pochi menggelengkan kepalanya dengan penuh semangat.
Sepertinya dia tidak suka hukuman pipi.

"Waktu istirahat ?"

Tama menjawab dengan telinganya yang turun.

Fumu, kurasa tidak apa-apa jika waktunya istirahat.
Aku tidak yakin apakah aku harus benar-benar memberikan persetujuanku di sini, tetapi karena aku tertarik dengan apa yang ditemukan Tama dan Pochi, aku melihat ke arah yang dimaksud.

Ada sebuah istana di pusat ibukota, anak laki-laki dan perempuan yang terlihat seperti Haifa berada di salah satu menara di sana. Tatapan tampaknya berasal dari mereka.
Mereka mungkin kerabat Haifa, tetapi mereka terlihat sangat mirip seperti mereka kembar atau klon.

Menilai dari intensitas tatapan mereka, aku menduga kepribadian mereka juga mirip dengan Haifa, aku harus mencoba untuk tidak terlibat dengan mereka.


"- Ujian Para Dewa?"

Aku bertemu dengan raja di Istana Sania Kingdom yang berventilasi baik.

Meskipun raja hanya berusia tiga puluhan, dia terlihat seperti pria paruh baya yang tidak semangat.
Petugas militer dari [Clan Sword] yang berdiri di ruang audiens malah terlihat lebih penting.

Aku lebih baik memberikan hadiah satu peringkat lebih rendah dari apa yang aku berikan raja sebelumnya kepada orang-orang [Clan Sword] ini.

"Ya, Raja Sania. Aku datang ke Sania Kingdom untuk menjalani Ujian Para Dewa."

Aku jujur mengatakan kepadanya urusanku karena tidak ada kebutuhan khusus untuk menyembunyikannya.

"Ujian macam apa itu?"
"Itu tergantung dari para dewa. Itu akan diberitahukan oleh para dewa di Kuil Heraruon."

Itu sebabnya, lepaskan aku.

"Kau pasti lelah dari perjalanan panjang. Kita akan mengirim utusan ke kuil, beristirahat di istanaku malam ini."

Yah, kurasa itu wajar.

"Pendragon berterimakasih atas kebaikan Raja Sania."

Aku akhirnya menggunakan beberapa perkataan aneh karena cara bicara raja yang sedikit kuno di sini.
Tidak ada pilihan, mari kita terima keramahan ini.

Aku hanya berharap bahwa tidak akan ada flag aneh yang muncul.



TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Kamis, 28 Desember 2017

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-10 Menara Ungu (2)

View Article
Chapter 17-10. Menara Ungu (2)


Satou di sini. Aku sadar bahwa penghancuran bahkan memerlukan perhitungan saat aku menonton video gedung bertingkat yang dihancurkan. Meruntuhkan bangunan bertingkat tinggi tanpa merusak lingkungan terasa seperti karya seni, bukan.


"Baiklah kalau begitu, aku mengandalkanmu untuk memberitahukan viceroy."
"Un, aku mengerti. Kurasa akan memakan waktu sekitar tiga jam untuk menyelesaikan evakuasi."
"Gotcha."

Aku membawa Hikaru denganku ke Kota Labirin Selbira menggunakan Unit Arrangement.
Raja telah memintaku untuk menghancurkan menara ungu di kota ini pertama kali karena kota labirin memiliki pertahanan kota yang sangat baik dan sebagainya.

Anggota lain selain Hikaru sedang bersiaga dengan peralatan lengkap mereka di kapal udara.

"Halo."

Hikaru dengan jujur menyapa penjaga di depan rumah viceroy sebelum masuk.

Raja pasti telah memberitahu viceroy tentang rencananya untuk menghancurkan menara ungu melalui saluran transmisi [City Core], tetapi mengingat perbedaan waktu di dunia ini, aku berharap bahwa mereka belum melakukan apa-apa tentang hal itu.
Karena itu aku meminta Hikaru untuk bertindak sebagai seorang utusan untuk mempercepat proses evakuasi.

"Sekarang -"

Aku pergi ke Menara Ungu di dekat kota labirin.
Itu terletak tepat di seberang labirin.

"--Uwaaa. S-siapa disana!"

Seorang prajurit muda yang menjaga Menara Ungu terkejut melihat aku muncul tiba-tiba, dia menjulurkan tombaknya sambil menanyakan identitasku. Fakta bahwa tombaknya terbalik pasti adalah salah satu bagian dari pesonanya.

"Kau bodoh! Turunkan tombakmu! Orang ini adalah Hero Nanashi-sama dari Shiga Kingdom!"
"Eh? Ah, rambut ungu dan topeng--"

Seorang prajurit lebih tua menegur yang prajurit muda itu.

Reaksinya dapat dimengerti jika dia tidak pernah melihatku sebelumnya.
Maksudku, orang mencurigakan yang mengenakan topeng baru saja muncul entah dari mana.

"M-maafkan aku!"

Tentara muda itu menurunkan tombaknya dan meminta maaf.

"Oh, jangan khawatir. Ngomong-ngomong, - ada apa di sana?"

Ada banyak orang yang dirawat di dekat Menara Ungu.

"Mereka explorer."

Tidak, aku bisa tahu itu dengan melihatnya.

"Ketika gundukan itu semakin besar, banyak explorer yang terbakar dengan rasa ingin tahu berkumpul di sini dan masuk ke dalam menara, mengatakan sesuatu seperti『 Kami akan membantu penyelidikan 』atau『 Harta Karun 』."
"Kau tidak menghentikan mereka?"

Prajurit yang lebih tua mengangkat bahu dan berkata, "Kami kalah jumlah."
Ada banyak explorer yang dirawat di sini, dan ada juga yang berlevel tinggi. Hanya lima atau enam prajurit biasa tidak bisa menghentikan mereka.

Saat ini, tentara tambahan yang baru dikirim di sini membentuk barikade di dekat pintu masuk.

"Berapa banyak orang yang masuk?"
"Kami tidak tahu angka pastinya. Yang kami tahu adalah party campuran yang terdiri dari 30 orang yang dipimpin oleh Koshin-dono, party sembilan orang yang dipimpin oleh Dozon-dono, dan juga 30 elit dari sub-organisasi Earl Pendragon,『 Pendora 』."

Pendora ya--.
Mereka bukan sub-organisasi-ku, tapi aku tidak bisa mengatakan itu sebagai Nanashi.

Tapi ini menyulitkan.

Aku tidak bisa menghancurkan menara dari luar menggunakan magic anti-dewa jika ada orang di dalam.
Harus memusnah - menyelamatkan orang-orang yang sudah masuk lebih dulu.

Yah, kurasa aku akan sampai di sana sementara kota labirin menyelesaikan evakuasi dan pertahanannya.

"Kapan mereka masuk?"
"Grup pertama masuk pagi hari!"

Sudah cukup lama sejak mereka masuk, tapi aku percaya party yang dipimpin oleh Kosin-shi dengan kemampuan sebagai pemimpin yang sangat baik dan veteran Dozon-shi masih akan selamat.
Sama dengan orang-orang [Pendora] yang telah diajarkan untuk memprioritaskan kehidupan mereka di Sekolah Explorer.

"Baiklah, aku akan masuk. Jangan biarkan siapa pun masuk kedalam, oke."
"Sesuai dengan permintaanmu, Tuan."

Tentara yang lebih tua memberi hormat.

Aku dengan ringan menjawab hormat tersebut dan masuk ke dalam menara ungu.


"--Untuk berjaga-jaga."

Aku menggunakan magic space 『Lalu Lintas Satu Arah (Deracinator)』pada tangga di lantai pertama.
Dan sekarang, tidak ada yang bisa pergi ke lantai dua dari lantai satu.

Bukannya aku tidak percaya para prajurit akan melalaikan pekerjaan mereka, tetapi itu akan menjengkelkan jika para explorer yang telah kembali ke lantai satu mencoba untuk naik tangga lain di sini.

Aku menggunakan [All Map Exploration] ketika aku sampai di Lantai Dua.

"Begitu banyak korban ..."

Aku mengambil mayat-mayat dengan [Item Aport] dan menaruhnya di Storage.
Untungnya - meskipun aku benar-benar tidak boleh mengatakan itu, tidak ada seorang pun dari [Pendora] yang menjadi korban.

"Hanya tiga yang selamat ya."

Karena mereka berkerumun di satu tempat, aku pergi menemui mereka menggunakan magic Map dan teleport.

"Uwaa"
"Apakah itu gobu!"

Terkejut dengan aku yang muncul tiba-tiba dengan teleportasi, explorer wanita muda mengangkat tombak pendek mereka kepadaku sambil melindungi seorang priest pria yang terluka di belakang mereka.
Aku akan membuat diriku tidak terlihat sebelum berteleportasi di lain waktu.

"Halo. Aku Hero Nanashi dari Shiga Kingdom."

Aku mengangkat tangan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa aku bukan musuh sambil menyapa dan menyentuh mereka dengan [Magic Hand] pada saat yang sama.

"H-Hero-sama?"
"Kenapa kau ada di sini--"

Aku tidak menjawabnya dan malah membawa mereka ke luar menara menggunakan Unit Arrangement.

"Di-luar?"
"Apakah kita diselamatkan?"
"Kita! Kita selamat!"

Saat ketiganya bersukacita dan saling berpelukan, aku berteleportasi kembali ke dalam menara.

Kedelapan pilar memiliki tangga, jadi aku mencari di seluruh delapan area, dari [Menara Ungu, 2F-I] ke [Menara Ungu, 2F-VIII], mengumpulkan mayat-mayat dan menyelamatkan beberapa orang yang selamat sepanjang jalan seperti ketiga orang sebelumnya.

Lantai ketiga memiliki total 16 area, aku menyisir semua itu dan tidak menemukan yang selamat, total mayat sekitar 30% dari yang ada di lantai dua.
Aku tidak bisa menemukan Dozon-shi, Kosin-shi atau orang-orang Pendora sejauh ini.


"Disana."

Aku menemukan party Koshin-shi di lantai empat.

Mereka sedang terpojok, disudutkan oleh enam kelompok Demigoblin Vanguards yang telah memblokir ketiga jalan keluar mereka.
Aku diberi tahu bahwa mereka awalnya adalah kelompok yang terdiri dari 30 orang, tetapi sekarang jumlahnya hanya 20 orang.

Aku menyembunyikan diriku menggunakan Optic Camouflage dan berteleportasi di dekat mereka.

"Unit great shield, persiapkan dirimu! Unit priest, prioritaskan penyembuhan unit great shield! Unit magician, jangan mencoba untuk menyerang secara langsung! Fokus menggunakan magic dukungan dan mengalihkan perhatian para gobu! Unit serangan, jangan terlalu jauh ke depan! Pertimbangkan bahwa kalian akan kalah jika Kau terluka! "

Koshin-shi ada di sana. Dia mati-matian memberikan instruksi kepada explorer di tengah-tengah mereka.
Level rata-rata explorer dalam kelompoknya relatif rendah, tetapi berkat komandonya, mereka telah menghindari pemusnahan total.

Aku bisa menghancurkan Demigoblin Vanguards dalam satu serangan [Remote Arrow], tapi jika aku lakukan itu, upaya mereka sejauh ini akan sia-sia.

Jadi aku memberi mereka bantuan dengan magic penyembuhanku ketika para priest menggunakan magic mereka, dan mengalihkan perhatian serta menarik kaki para demigoblin menggunakan Magic Hand.
Membiarkan Demigoblin Vanguard Mage dan Demigoblin Vanguard Priest yang memimpin grup akan bermasalah, jadi aku memanipulasi Demigoblin Vanguard yang menjaga mereka untuk membunuh Demigoblin Vanguard Mage dan Priest menggunakan pedang mereka sendiri.

Berkat bantuanku, pertempuran berakhir dalam 10 menit tanpa ada korban.

"Haa, haa ... Kita berhasil mengalahkan mereka entah bagaimana ..."
"--Ya."

"Semua anggota, dapatkan pertolongan pertamamu sekarang karena kita punya kesempatan! Ayo kita bergerak sebelum musuh yang melarikan diri membawa bala bantuan!"

Koshin-shi memberi perintah ke party.

"Terima kasih Dewa untuk obat magic Beria."
"Benar sekali. Kita akan mati tanpa itu."
"Aku minta maaf karena menjadi priest yang tidak berpengalaman."
"Ya ampun, bukan itu maksudku."
"Benar sekali. Penyembuhan terakhir itu sangat mengagumkan."

Unit great shield berbincang-bincang dengan seorang priest muda.

"Tapi bukankah ada yang aneh dengan para gobu di akhir pertarungan?"
"Seluruh gobu itu aneh, kau tahu?"
"Bukan itu, sepertinya mereka terganggu oleh sesuatu yang tidak terlihat."
"Hahaha, mungkin para dewa membantu kita."

Ada beberapa explorer dengan institusi yang tajam di antara mereka.

Sebelum mereka selesai dengan pertolongan pertama, aku menghasilkan efek mencolok dengan magic light [Illusion] dan muncul di depan mereka.
Mereka terkejut seperti yang diharapkan, tetapi lebih baik daripada mengetahui bahwa aku telah berada di sini untuk sementara waktu.

"Apakah kalian Party Koshin? Aku Hero Nanashi dari Shiga Kingdom."

Aku mengatakannya pada Koshin-shi yang terkejut, mengulurkan [Magic Hand] ke arah mereka dan membawa mereka ke pintu masuk menara sebelum mereka bisa membalasnya.

Ketika aku berjalan menjauh dari kelompok sementara mereka terkejut dan bersukacita bersama, Koshin-shi mendekatiku.

"Izinkan aku untuk mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan kami. Namun, beberapa kawan kami masih ada di dalam."
"Aku mengerti. Aku akan memastikan untuk menyelamatkan semua yang selamat."
"Terima kasih - master muda."

Koshin-shi membungkuk dan membisikkan kata terakhir.
Aku penasaran darimana dia tahu?
<TLN : Ada yg inget siapa itu koshin-shi :’v kok diriku lupa yak>

"Siapa maksudmu?"
"Tidak apa-apa, sepertinya aku salah mengira dirimu adalah orang lain yang kukenal."

Setelah mengatakan sesuatu yang tidak terdengar meyakinkan, dia kembali ke partynya.

Baiklah--.
Aku kembali ke menara untuk mencari explorer yang tersisa.


"Itu mereka. Pendora."

Aku akhirnya menemukan mereka di area keenam di lantai empat.
Sepertinya mereka menerapkan moto keselamatan yang utama dengan baik, mereka tidak kehilangan siapa pun.

Hanya saja, aku pikir 30 dari mereka bergerak bersama, tetapi ada satu pihak yang terpisah dari mereka dan bergerak sendiri.

Untuk sekarang aku akan menyelamatkan party yang memiliki sedikit anggota terlebih dahulu.

"Ya ampun! Inilah yang terjadi ketika kau tidak mendengarkan Rabibi-san!"
"Tapi, kau tahu "
"Ya tahu, tidak!"
"Sudah, sudah, Rikurina. Itu tadi tidak bisa dihindari."
"Benar, benar. Tanaman yang berbicara adalah hal-hal yang hanya bisa kau temukan di Hutan Peri seperti kata Pochi-neesan."
"Tidak bisa membayangkan berapa banyak yang akan kita dapatkan jika kita menjualnya."
"Benar "

Tujuan dari teleportasiku adalah party yang kebanyakan terdiri dari manusia dengan dwarf dan foxkin.
Mereka tampak bersemangat meskipun terpisah dari teman-teman mereka.

Aku memindahkan mereka ke lokasi [Pendora] sambil tetap bersembunyi.

"" "UWAA" ""

Kedua kelompok berteriak kaget pada kemunculan tiba-tiba kelompok yang hilang.

"Usasa! Ada sesuatu mendekat, gau!"
"Semuanya, buat formasi pertempuran <Ring>!"

Atas laporan Gaugau, Usasa segera membentuk formasi Ring.
Dogkin Gaugau menyadari kehadiranku, mungkin karena aku lupa untuk menghapus aroma ku.

"Maafkan aku karena mengejutkanmu."
"" "Hefro-sama!" ""
"" "Hero-sama!" ""

Sepertinya banyak dari anak-anak ini yang tahu tentang Hero Nanashi, tidak yakin di mana mereka melihatku.
Aku menangkap mereka semua dengan [Magic Hand] dan membawa mereka ke luar menara.

"Eh? Di luar? Kenapa?"

Aku memberi tahu anak-anak yang bingung bahwa raja mereka telah memintaku untuk menghancurkan menara.

"Aww, ada banyak peti harta karun."
"Kau di sana, jangan mengeluh."
"Lagipula, harta karun itu hanya berisikan sampah, gau."

Anak-anak yang protes dengan cepat dibujuk oleh teman-teman mereka.

"Tolong tunggu! Hero-sama!"
"Ada sesuatu yang perlu kami beritahukan padamu, Hero-sama!"

Saat aku berbalik dan hendak pergi untuk mencari Dozon-shi.
Anak-anak [Lost Pendora] yang aku selamatkan pertama kali memanggil dan menghentikanku.

"Ada apa?"
"Tanamannya berbicara!"

Bocah itu berkata sambil memegang tanaman yang layu.
Kalau dipikir-pikir, mereka berbicara tentang tanaman yang berbicara atau sesuatu sebelumnya.

Walaupun mereka memberitahukan hal tersebut ke teman-temannya yang mengolok-olok mereka, mengatakan bahwa mereka pasti melihat halusinasi karena ketakutan, anak-anak tersebut bersikeras bahwa itu semua nyata.

"Dan, apa yang dikatakan tanaman liar itu?"
"Makhluk bodoh membuat mereka lebih kuat!"
"Mereka suka teguran, misteri, dan kelelahan! Katanya."

Apa apaan?

"Kalian diam! Misorin, aku yakin kau ingat itu, kan."
"Un, aku tahu."

Seorang anak yang tampaknya menjadi pemimpin mereka menghentikan keduanya dan meminta seorang anak yang tampak pintar untuk menjelaskan.

"Itu berkata--"

Bocah yang pandai menutup matanya dan berkata seolah-olah sedang mengingat-ingat kembali.

『Kami semakin kuat berkat orang-orang bodoh yang nakal itu.』

『Keserakahan, kesengsaraan, dendam yang terpendam, ketidakbahagiaan, dan rasa sakit adalah makanan favorit kami.』

『Toleransi, pelayanan, empati, kebaikan, dan terima kasih adalah musuh utama kami.』

『Tapi musuh terburuk kita adalah doa kepada dewa-dewa yang menjijikkan itu. Semakin kuat dewa, semakin lemah perlindungan kita. 』

... Itu jelas-jelas adalah petunjuk secara tidak langsung.

Ini dan pola pohon seperti pengukur dengan warna-warna yang mewakili setiap dewa di pintu masuk, rasanya menara ini dibuat oleh kehendak seseorang.

"Terima kasih, ini sangat membantu."

Aku mengucapkan terima kasih kepada anak-anak [Pendora] untuk informasi yang berharga.
Mari kita beri mereka peralatan yang sesuai untuk level mereka melalui Echigoya Firm nanti.

Dan party Dozon yang terakhir aku selamatkan sedang bertarung di ruang bos, dalam kondisi hancur sebagian. Mereka akan menyelesaikan ruang bos dengan Dozon-shi yang menderita luka parah meskipun tanpa korban jika mereka terus melakukannya.


『Sete mengatakan bahwa tidak apa-apa untuk menjalankan rencana penghancuran Menara Ungu.』
"Oke."

Aku membungkus Menara Ungu dengan banyak penghalang.
Ini tidak akan pecah bahkan jika magic anti-dewa memantul ke arah penghalang.

Aku memeriksa Peta untuk melihat bahwa tidak ada orang di dalam area yang dievakuasi.

『Baiklah, aku mulai.』

Aku chant spell anti-dewa dari Daftar Magic.
Cahaya-cahaya berwarna pelangi menyatu, lalu sesaat kemudian, ia menghapus segalanya termasuk sub-space yang berdekatan.

- Hm?

Biasanya, komposisi spell akan menyebar begitu saja, tetapi sekarang mereka sedikit diluar kendali, menolak untuk dikendalikan oleh diriku.

『Master! Sepertinya sesuatu yang aneh sedang terjadi, apakah kau tidak apa-apa?』

Arisa yang bersiaga di atas kapal udara memanggilku melalui Familiar Link.

『Aku baik-baik saja. Ini masih dalam perkiraanku. 』

Bagian terakhir itu bohong, tapi aku bisa mengatasi masalah ini hanya dengan memaksakan diriku sendiri.
Aku dengan paksa menyatukan komposisi magic yang larut dengan menghabiskan sejumlah besar mana sebagai gantinya, menyelesaikan konstruksi spell.

"--Phew."

Itu melelahkan.

Setelah itu, aku berkeliling ke kota-kota di bawah kendali langsung raja dan menghapus menara ungu di sana satu per satu.
Fenomena serupa, reaksi berlebihan dari magic anti-dewa, terjadi di menara kedua juga, tetapi berurusan dengan itu adalah masalah sederhana ketika Kau tahu tentang hal itu sebelumnya.
Manaku hampir akan terkuras setiap kali itu terjadi, jadi aku harus terus mengisi mana dari holy sword, itu melelahkan.

Itu membuat diriku mengingat hari-hari deathmarch di perusahaan tempat aku bekerja dulu sekali.


"Tuan tanah telah menolak untuk penghancuran menara?"
"Lebih tepatnya, kecuali untuk menara yang dekat dengan ibukota wilayah mereka, kata mereka."

Aku bertanya kembali Hikaru.
Kecuali Marquis Muno dan Earl Seryu, beberapa atau mungkin mayoritas penguasa wilayah itu menolak untuk penghancuran menara ungu di wilayah mereka.

"Yah, itu wajar. Meskipun itu tidak benar-benar efisien, mereka sekarang punya labirin – tambang magic core di wilayah mereka."
"Aku tidak percaya mereka berani meminta untuk menghancurkan menara yang berada dekat dengan ibukota mereka!"

Arisa menjelaskan logika di balik keputusan penguasa wilayah itu, sementara Sera dan rasa keadilannya yang kuat sangat marah.

Hanya Marquis Muno yang tetap mempertahankan slogan [demi kebaikan untuk seluruh rakyat], karena bahkan Duke Oyugock dan Duke Bishtal yang kaya pun ingin tetap mempertahankan beberapa menara ungu di wilayah mereka.
Aku tidak tahu tentang niat Earl Seryuu, tapi dia mungkin tidak tertarik pada menara-menara itu karena tidak menguntungkan seperti [Labirin Demon] yang dia dapatkan di ibukotanya.

"Biarkan saja menara di ibukota jika mereka menolak untuk—"
"" "Sera!" ""

Sera jatuh ketika dia masih berbicara.

Aku menangkap Sera sebelum dia jatuh ke lantai.
Apakah dia pingsan karena terlalu marah?

"...『 Dilarang 』...『 Menghancurkan 』...『 Perangkat 』..."

Sera bergumam seolah dia mengigau.

"H-hei, bukankah ini--"
"Tenanglah."

Aku meletakkan tanganku di mulut Arisa saat dia menarik lengan bajuku.

"『 Hadir 』...『 Taman Dewa 』...『 Instruksi 』..."

Tidak diragukan lagi, itu pasti ramalan dari Dewa Tenion.

"Kurasa kita seharusnya tidak menghancurkan menara ungu itu sekarang."
"Sepertinya begitu."

Mereka tidak mengatakan apa-apa tentang Gundukan Ungu yang telah aku hancurkan ketika aku mengunjungi Alam Dewa ...
Dan dengan demikian diputuskan bahwa aku akan mengunjungi Dunia Para Dewa sekali lagi walaupun merasa sedikit tidak puas tentang hal itu.

Kurasa kali aku akan bertanya kepada mereka [Untuk apa Menara Ungu dibangun?] Dan [Tentang Segel Demon God]?



TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan