Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri tate-no-yuusha-no-nariagari-web-novel-bahasa-indonesia-chapter-17. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri tate-no-yuusha-no-nariagari-web-novel-bahasa-indonesia-chapter-17. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 19. Ingatan / Black Beast

View Article
Chapter 19. Ingatan / Black Beast




[00.17]


Dalam 17 menit, gelombang yang diantisipasi akan datang.
Kabar ini seharusnya telah diketahui oleh seluruh kota.
Para kesatria dan petualang sudah bersiap untuk pengirimannya, para penduduk juga sedang berlindung di dalam rumahnya.
Karena aku adalah hero, aku bahkan tidak bisa mencoba untuk kabur karena kekuatan dari jam pasir itu.
Anggota partyku juga terkena efek itu, sepertinya Raphtalia akan ter-teleportasi bersama denganku.

“Hampir tiba waktunya, Raphtalia.”
“Baik!”

Raphtalia mengangguk dengan antusias dan gembira.
Yah, aku tidak akan protes karena ini adalah suatu berkat melihatnya sangat termotivasi.

“Naofumi-sama… bisakah aku berbicara denganmu sebentar?”
“Hm? Sekarang masih bisa, apa yang mengganggumu?”
“Ah tidak, entah mengapa aku sangat bersemangat karena kita akan menghadapi bencana ini sebentar lagi.”

… Kenapa dia berbicara seperti ini dan menancapkan death flag-nya sendiri?
<TLN : death flag -> singkatnya seperti tanda-tanda orang mau mati>

Aku akan melindunginya karena akan menyusahkan jika dia mati… Tunggu, ini bukan seperti aku yang biasanya, aku telah teracuni dengan berbagai anime dan manga.
Meskipun dunia ini seperti game, tidak, ini bukan game. Ini adalah dunia nyata.
Dan lihat itu, para hero kurang ajar itu memiliki perlengakapan yang bagus. Aku bahkan tidak tahu apakah armorku cukup kuat atau tidak.
Sepertinya aku akan mendapatkan beberapa luka.
Akan bagus, jika pertarungan ini berakhir dengan penuh luka, karena aku akan mati.
Jika itu terjadi, tumpukan sampah di kota ini pasti akan bergembira di depan mayatku.

--- Akhir yang pantas untuk kriminal.

… Mari hentikan itu. Jika aku terus berpikir seperti ini, aku tidak akan bisa bertarung.
Demi keberlangsungan hidup selama sebulan kedepan.

“Kenyataannya adalah… aku diperbudak akibat dari munculnya bencana yang pertama.”
“... Apa itu benar?”

Tentu saja, kemungkinan kecil seperti itu akan terjadi.

“Aku dulu hidup di wilayah terpencil di kota ini. Desa demi-human tempat aku tumbuh berfokus pada pertanian dan peternakan. Itu juga merupakan tempat gelombang pertama muncul.”

Orang tuanya adalah orang yang baik dan semua penduduk desa hidup dengan damai.
Namun, Sejumlah pasukan Tengkorak datang dari dalam gelombang bencana.
Pasukan tengkorak awalnya hanyalah masalah jumlah, jadi para petualang masih dapat menekan mereka.
Namun binatang buas, dan lebah raksasa terus berdatangan dalam jumlah yang banyak. Karena itu, baris pertahanan pun hancur.
Kemudian Cerberus berkepala 3 yang berwarna hitam muncul. Dan para penduduk desa diinjak-injak seolah mereka adalah tunas yang tidak berguna di hutan belantara.

Karena desa Raphtalia menjadi sepi dan terlihat kosong, para penduduk desa mencoba untuk melarikan diri.
Namun, monster tidak kenal ampun. Mereka membunuh semua penduduk desa seolah itu adalah olahraga terbaik di dunia.
Dan seperti yang lain, Orang tua Raphtalia membawanya dan kabur hingga mencapai tepi tebing laut.
Mengetahui bahwa kabur itu hal yang sia-sia, Kedua orang tua Raphtalia tersenyum.
Mereka tidak menggunakan waktu itu untuk kabur, namun dengan lembut membelai kepala Raphtalia.

“Raphtalia… mulai sekarang, kau mungkin akan menemukan masalah sendiri. Dan mungkin juga kau akan mati karena masalah itu.”
“Tapi kau tahu Raphtalia? Kami berdua ingin kau untuk terus hidup… jadi maafkan keegoisan kami.”

Meskipun dia masih muda, dia tahu didalam hatinya bahwa orang tuanya hanya ingin dia selamat.

“Tidak! Mama! Papa!”

Don!
Satu harapan besar mereka adalah Raphtalia bisa hidup, jadi mereka mendorongnya ke tebing.
Ketika dia jatuh, Raphtalia melihat pemandangan orang tuanya sedang di makan oleh sesosok monster.

Raphtalia tercebur kedalam laut, dan ajaibnya dia berhasil selamat dan terbawa arus hingga ke-tepian pantai.
Setelah sadar, Raphtalia bangkit dan kembali menuju tebing demin untuk mencari orang tuanya.
Setelah itu, monster itu telah ditangkap oleh petualang dan pasukan kesatria.
Berjalan menyusuri laut, dia berhasil menemukan orang tuanya.
Ditempat itu terdapat bayak sekali darah… dan potongan daging berserakan.
Mengetahui orang tuanya mati, Raphtalia terjatuh ketika sesuatu dalam dirinya meledak.

“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak”.

Kemudian dia berpetualang tanpa tujuan, menangis dan mengharapkan kehangatan dari orang tuanya seakan ingin keluar dari kenyataan.
Dan tanpa disadari, dia sudah dikurung di ujung tenda sirkus yang gelap itu.
Tempat itu… setara dengan neraka.
Setiap hari, seseorang dibeli dan dikembalikan.

Raphtalia adalah salah satu kasusnya.
Pada awalnya, mereka berniat menjadikannya pelayan. Seorang bangsawan yang kaya membelinya dan mencoba mengajarinya berbagai hal.
Namun penyakit batuknya menimbulkan masalah, dan dia selalu berteriak dengan sangat keras saat tengah malam.
Karena itu, dia dikembalikan ke tenda esok harinya.
Pembeli selanjutnya juga berusaha mengajari Raphtalia berbagai hal baru, namun dia juga dikembalikan esok harinya.
Pembeli sebelumku adalah pembeli yang paling tidak ramah di antara semuanya.
Dia membelinya pada malam hari, mencambuknya semalaman, dan menjualnya. Esok harinya dia dalam keadaan compang-camping dan robek.
Aku tidak terkejut bahwa kota ini memiliki orang gila yang merasa bahagia dengan menyakiti orang lain.
Dia rusak karena penyakit, hatinya hampir hancur karena mimpi buruk yang terus terulang, dan dia berulang kali digunakan dan ditinggalkan… Kemudian aku datang membelinya.

“Kau tahu, aku sangat senang karena telah bertemu denganmu Naofumi-sama.”
“... ya”
“Soalnya kau adalah orang yang mengajariku bagaimana cara hidup yang benar.”
“... ya”

Tanpa sadar aku menjawab cerita Raphtalia dengan konstan.
Ini tidak terlalu penting.

“Karena itu, berikan aku kesempatan. Kesempatan untuk menghadapi gelombang ini.”
“... ya”
“Baiklah, aku akan berusaha.”
“Ya, lakukanlah yang terbaik.”

Meskipun begitu, aku pikir aku bertindak terlalu kejam.
Bagaimanapun, diriku yang dulu hanya bisa bertindak buruk.


[00.01]


Kita memiliki satu menit lagi.
Aku mempersiapkan diri untuk teleportasi.


[00.00]


Bikin!*

Suara yang memekakan telinga menggema di seluruh dunia.
Setelah itu, pandanganku memerah dan area di sekitarku berubah, sepertinya aku sudah di pindahkan.

“Langitnya…”

Berwarna merah wine dan bercorak, pecahan mulai terbuka dan menyebar ke penjuru langit yang menghubungkan ke dimensi lain.

“Jadi ini… ”

Ketika memperhatikan pemandangan ini, tiga bayangan melewatiku diikuti dengan 12 orang.
Para hero kurang ajar.
Aku mengikuti mereka karena itu adalah hal yang wajar, namun kemana mereka akan pergi?
Sambil berlari, aku melihat musuh di pecahan itu merangkak keluar dan mendorong satu sama lain.

“Disekitar sini ada Desa Rituuyo!”

Seru Raphtalia setelah melihat sekitar.

“Karena ada persawahan, kemungkinan masih banyak orang yang hidup disini!”
“Namun semuanya seharusnya sudah di evaku--”

Kemudian aku menyadari sesuatu.
Kita tidak pernah tahu dimana gelombang bencana akan datang kan? Jadi bagaimana kita tahu tempat yang perlu di evakuasi?

“Para orang bodoh, tunggu sebentar!”

Menolak panggilanku, ketiga hero bodoh itu terus berlari menuju sumber gelombang.
Ketika itu sejumlah grup laba-laba terpisah dari kumpulan monster lainnya, langsung pergi menuju desa.
Tunggu, para pasukan hero bodoh itu telah menembakan sesuatu kelangit, memberikan suatu pesan.
Itu pasti tanda untuk menginformasikan para kesatria bahwa mereka telah menemukan lokasinya.

“Tsk!! Raphtalia! ayo selamatkan desa!”

Aku memiliki hutang budi dengan penduduk Desa Riyuuto.
Aku pasti akan menderita karena menyesal membiarkan mereka mati oleh gelombang!

“Baik!”

Kemudian kita berlari ke arah yang berbeda, berpisah dari para hero kurang ajar itu.




TL: LoliLover
EDITOR: Isekai-Chan

Minggu, 23 Desember 2018

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 17. Armor Barbar

View Article
Chapter 17. Armor Barbar


“Oh, bukankah kau adalah bocah perisai? Sudah 1 minggu tidak bertemu”

Setelah pulang, kami langsung pergi menuju pusat perbelanjaan.
Entah mengapa, pak tua menganga ketika melihat Raphtalia.

“Kita hanya berpisah dalam waktu yang sebentar… dan kau sudah menjadi cantik saja.”
“Haah?”

Sebenarnya apa yang dia katakan? Kenapa pak tua ini berbicara tidak jelas seperti ini?

“Kau telah berkembang sangat baik… Berkat banyak makan, Sekarang kau sangat berbeda dari kau yang dulu.”
“Tolong jangan katakan seolah aku menjadi gemuk.”

Terlihat terganggu dengan perkataannya, Raphtalia gelisah sambil memainkan jarinya.
Reaksi itu sangat menjijikan!
Dia mengingatkanku dengan jalang itu.


“Gahahaha, kau tumbuh menjadi wanita cantik”
“Tumbuh? yah, levelnya memang naik”

Seminggu yang lalu dia level 10, dan sekarang dia level 25. Namun apa penampilannya berubah sangat banyak?

“Fummu… Kau sangat sinis.”
“Aku tidak tahu hal apa yang sedang kau bicarakan.”

Mungkin benar jika orang melihat gadis berumur 10 tahun mereka akan berpikir bahwa itu imut. Namun karena dari dulu dia hanya makan daging, daging, dan daging, mungkin sekarang dia menjadi lebih tembem.
Setiap kali perutnya berbunyi, kita harus segera memasak daging dari monster yang telah kita kalahkan.
Aku takut dia akan terkena penyakit beri-beri karena makanannya yang tidak seimbang. Jadi aku mencoba memasukan obat herbal ke makanannya, Meskipun ini menghancurkan hati dan dompetku. Dia sudah tidak batuk lagi, mungkin berkat obat yang efeknya sudah mulai bekerja.

“Apa yang kau lakukan minggu ini? Berburu?”
“Petugas penginapan di desa mengajariku tentang tata krama dalam makan. Karena aku ingin makan seperti cara Naofumi-sama.”
“Sepertinya kau sangat niat melakukannya.”

Tidak disangka, pak tua sedang dalam suasana yang bagus. Jika seperti ini mungkin dia akan menjual sesuatu yang berkualitas tinggi.
Terus sanjung dia, Raphtalia!

“Jadi, apa urusanmu disini sekarang?”
“Haha, aku ingin membeli beberapa perlengkapan.”

Aku berbicara sambil menunjuk Raphtalia. Responnya, dia langsung memegang jari ku sambil tersenyum seram.

“Tolong pertimbangkan perlengkapan untuk Naofumi-sama kali ini.”
“Siap, tapi kenapa?”
“Aku rasa lebih baik untuk merenungkannya terlebih lebih dulu.”
“Mmm…. Yah, persiapan untuk gelombang?”
“Apa yang sebenarnya sedang kalian bahas? Aku sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan nona ini…”

Sebenarnya apa yang sebenarnya mereka bahas?
Raphtalia dan aku sudah sepakat bahwa akan membeli perlengkapan ku kan?

“Jadi, intinya kita memerlukan armor untukmu. Seberapa banyak dana mu?”
“Sekitar 180 Silver jika bisa.”

Raphtalia memutuskannya tanpa persetujuanku.
Sekarang, itu mulai menggangguku.
Jika kita memutuskan dengan harga segitu, maka kita tidak akan bisa membeli perlengkapan untuknya!

“Mari kita lihat…. hmmm, Armor berkualitasku dalam kisaran segitu mungkin adalah Chain Mail ini.”
“Chain Mail…. BAAH!”

Emosi buruk mulai naik dari dalam perutku.
Ini benar-benar memalukan bagiku untuk membeli kembali perlengkapan yang sebenarnya memanglah milikku.

“Yah.. jika kau sangat membenci ini, kita akan lihat yang lain.”

Pak tua membalasnya sambil menggaruk kepalanya, dia memahami reaksiku, kemudian dia beralih ke tempat penyimpanan armor lainnya.

“Sejujurnya, sedikit sulit untuk menemukan perlengkapan yang cocok dengan harga segitu. Bagaimana dengan baju plat besi?”

Dia bertanya sambil menunjuk ke arah suatu armor.
Itu adalah piringan besi yang lebar… untuk melindungi seluruh badan. Armor itu juga didekorasi dengan simbol kerajaan.
Aku tahu ini! di duniaku yang dulu, ini disebut “baju full armor” atau sesuatu seperti itu. Tipe armor seperti ini sangat sulit untuk digerakan, penggunanya bahkan sangat sulit untuk berdiri, dan akhirnya menjadi yang pertama berakhir.

“Stamina fisik sangat diperlukan untuk menggunakan ini. Ini hanya karena fitur ‘Air Walk’ tidak dimasukan kedalamnya”
“Fitur Air Walk?”
“Fungsi yang berguna untuk meringankan beban pengguna dengan mengkonsumsi kekuatan sihir mereka. Kemampuan yang sangat membantu.”
“Aku setuju.”

Pada umumnya, jika armor 1 tubuh penuh yang tidak dilengkapi dengan fitur Air Walk maka itu tidak lain hanyalah sampah.
Tapi itu tidak sepenuhnya benar. Jika penggunanya memiliki fisik yang cukup, maka dia bisa menggerakan armor itu.
Bagaimanapun, aku tidak memiliki stamina seperti itu.

“Sepertinya kita bisa meringankannya dan menurunkan harganya dengan cara menghilangkan bagian yang terlihat berat.”
“Bocah, jadi kau berpikir seperti itu juga.”
“Bukan kah itu wajar?”
“Pelindung dada memanglah murah jika dibeli. Namun, area yang dilindungi sangatlah sedikit.”
“Fumu… Jika perlindungan nya hebat, namun mengurangi mobilitas akan menjadi percuma.”

Sangat bagus jika aku bisa menjadi sekeras tembok, namun lain cerita jika aku tidak bisa bergerak.
Aku ingin tidak memilih perlengkapan yang membuatku sulit untuk bergerak.
Fitur Air Walk kah? seberapa banyak biaya yang harus dibayar untuk menambah fungsi itu.

“Jika seperti itu… Aku mungkin bisa membuat armor buatan khusus jika kau memiliki bahannya.”
“Menarik, aku menyukai hal seperti itu.”
“Kau terlihat sangat tertarik… Sepertinya kita akan menggunakan rencana ini.”

Pak tua mengeluarkan kertas dan menulisakan bahan-bahan yang diperlukan.

“Aku tidak bisa membaca ini.”

Untuk berkomunikasi secara langsung aku masih bisa, karena perisai ini menerjemahkannya, namun aku masih belum bisa membaca tulisan dunia ini.
Pak tua terlihat bingung, jadi dia menjelaskan semuanya.

Kau dapat membeli perunggu dan besi murah dari toko sebelah sana. Kemudian, bawakan aku beberapa Usapiru dan kulit landak, serta beberapa bulu Pikyupikyu.
“Ini untuk kulit dan bulunya.”

Dengan senyum, Raphtalia mengeluarkan kulit dan bulunya dari dalam tasnya.
Itu kami gunakan sebagai kasur dan selimut karena terasa hangat dan lembut. Namun… yah, sepertinya ini tak apa.

“Kualitas armornya akan sedikit buruk. Namun tetap baik untuk digunakan.”
“Jadi apa yang akan kau buat?”
“Armor Barbarian. performanya setara dengan Chain Mail dan menutupi hampir seluruh badan. Mungkin akan sedikit dingin saat mengenakannya namun ini sangat kuat.”
“Oh…”

Armor Barbarian… Entah mengapa kedengarannya tidak menyenangkan.

“Ada sebuah cara untuk menambahkan sihir sebagai bonus, namun langkah ini hanya dapat diselesaikan setelah kau mengumpulkan bahan yang lainnya.”
“Itu cukup meyakinkan, baiklah, ayo beli perunggu dan besi.”
“Ayo! pergi sekarang.”

Raphtalia dengan senang menarikku keluar.

“Ada apa?”
“Naofumi-sama akan terlihat seperti petualang. Aku tidak sabar ingin melihatnya”
“Y-yah… sepertinya begitu.”

Dia mengatakan bahwa aku terlihat sangat mirip seperti penduduk desa.
Meskipun akhirnya perlengkapannya terlihat barbar, namun aku tidak memiliki pilihan lain.
Kami mengunjungi toko besi dan membeli perunggu dan besi.
Sepertinya toko ini telah mendengar kami dari pak tua, jadi mereka menjual barang dengan harga yang sangat murah.
Mereka juga mengatakan bahwa Raphtalia cantik dan memberikan kami bonus.
Paman dari toko besi tersenyum lebar kearah Raphtalia. Dengan anggun Raphtalia melambaikan tangannya.
Aku tidak ingin berceramah tentang perilaku pedofil di dunia ini.

“Itu adalah pengumpulan yang cepat”
“Ini berkat usahamu sendiri, bukankah begitu, bocah?”
“Yah. karena kenalan pak tua adalah lolicon. Aku sudah bisa memastikan 2 atau 3 diantara mereka.”
“Lolicon? Apa yang kau bicarakan?”
“Kau tidak mengerti kata lolicon? Aku pikir kau dapat mengerti apa yang aku maksud berkat perisai ini.”
“Tidak bukan itu, aku hanya tidak mengerti kenapa kau mengatakan rekan kerjaku menyukai gadis muda...”
“Mereka mengatakan bahwa Raphtalia cantik dan menjual barang mereka dengan harga yang murah.”
“Bocah… apa kau benar-benar belum mengerti?”
“Belum mengerti apa?”
“Pak tua, sekarang tidak apa.”

Raphtalia menggelengkan kepalanya sambil mengatakan alasannya.
Pak tua entah mengapa mengerti, menyerah, dan menatapku.

“Ini akan selesai besok, jadi tolong tunggu hingga besok.”
“Itu cepat, Aku pikir kau memerlukan 2 hari untuk menyelesaikannya.”
“Hmm, itu mungkin berlaku untuk orang asing. namun untukmu lain cerita.”
“Untuk itu, terimakasih.”
“Wahaha, itu benar-benar jawaban menggelikan.”

Dia benar-benar mempermainkanku hanya karena aku berterimakasih kepadanya.

“Jadi, berapa harga untuk armor khusus ini?”
“Termasuk perunggu dan besi… akan menjadi 130 silver. Sebagai tambahan, kau dapat menambahkan suatu peningkatan.”
“Apa itu adalah harga dasar? Aku pikir akan lebih dari itu, karena kau mendapatkan bahannya.”
“Wahah, itu semua sudah aku masukan kedalam 130 silver, aku tidak bisa menjual lebih murah dari itu.”
“Aku paham. itu sudah cukup bagus bagiku.”

Aku mengeluarkan 130 silver dan memberikannya ke pak tua.

“Terimakasih telah berbelanja”
“Ah, benar. Pak tua, aku ingin membeli senjata dengan kisaran 90 silver.”
“Apa untuk nona ini?”
“Haha…”

Oh ya, pedang biasa yang kami beli minggu lalu sekarang sudah terasah menjadi baru. Mungkin kita bisa menukarkannya?

“Raphtalia.”
“Ya.”

Raphtalia mengeluarkan pedang dari pinggangnya dan meletakkannya di atas meja.

“Aku ingin menjual kembali. Jadi, pedang ini akan masuk kedalam hitungan.”
“Fumu… sepertinya kau sangat menjaganya kali ini.”
“Berkat perisaiku.”

Pengasahan akan selesai pada esok pagi jika aku mengasahnya pada malam hari.
Itu juga membuat mata pisaunya cukup tajam untuk memotong.

“Itu adalah perisai yang sangat memudahkan… aku menginginkannya.”
“Namun, kau tidak akan bisa mengenakkan senjata lain.”

Aku hanyalah tembok bergerak yang tidak bisa menyerang.
Aku dengan senang hati memberikan ini ke orang yang menginginkan. Jika itu mungkin.

“Bagian itu sangatlah mengganggu.”

Aku menunggu pertukaran dimulai sambil menahan tawa pak tua yang menggelikan.

“Tidak ada bintik karat di mata pisaunya. Seperti yang diharapkan dari perisai legendaris, performanya sangat menakjubkan.”

Pak tua mengatakan kekagumannya sambil meneliti daya tahannya.

“Sebentar… jika dengan ini, aku dapat menjual pedang besi sihir.”

Pedang besi sihir jelas lebih tinggi dibanding pedang besi dalam segi tingkat.

“Itu sudah termasuk kain pembersih darah kan?”
“Urg, aku akan memberikan itu sebagai bonus. Aku tahu kau sangat bekerja keras.”

Pak tua adalah orang yang sangat baik. Jika dipikir lagi, dia telah memberikanku beberapa tambahan sejak aku dirampok dan tidak memiliki apa-apa.

“Terimakasih…”
Dari dasar hatiku, aku sangat berterimakasih kepada pak tua.

“Bocah, aku senang melihatmu dengan sinar di matamu yang sama dengan saat kita pertama kali bertemu. Kau telah menunjukan sesuatu yang menakjubkan hari ini.”

Pak tua terlihat puas bersamaan dengan memberikan pedang besi sihir kepada Raphtalia.

“Pedang bagus akan menjadi kuat di tangan orang yang tepat, sebaliknya itu akan menjadi sampah jika berada di tangan yang tidak bertalenta. Bagaimanapun, aku pikir kau akan menguasainya. Berikan yang terbaik nona.”
“Baik!”

Raphtalia menyimpan pedangnya di pinggangnya dengan motivasi di matanya.

“Baiklah, silahkan datang lagi besok pada waktu seperti ini.”
“Siap.”
“Terimakasih banyak!”
“Sampai jumpa.”

Dengan itu, kami meninggalkan toko.
Setelah urusan kita disini selesai, kita memikirkan apa yang akan kita makan, dan apa yang akan kita lakukan untuk menghabiskan waktu.
Meskipun aku tidak bisa merasakan apapun, aku masih memerlukan makanan karena aku lapar.
Ditanganku ada 10 Silver. Apa yang kita simpan dalam 1 minggu penuh sudah hilang sepenuhnya.
Baiklah, ini masih sesuai perkiraan, dan koin yang ada seharusnya sudah cukup untuk investasi masa depan.
Untungnya, ada banyak cara dalam menghasilkan uang.

“Oh benar, apa kau ingin makan di toko yang sebelumnya kita kunjungi?”
“Apa tidak apa-apa?”
“Aku ingin melihat si rakus Raphtalia saat melahap makanannya.”
“Tolong hentikan itu! Mou, Aku sudah bukan anak kecil lagi!”

Raphtalia yang ceria berubah menjadi marah sambil mengembungkan pipinya.
Kenapa kau tiba-tiba ingin menjadi dewasa ketika kau bertingkah seperti anak kecil pada minggu lalu?
Sepertinya gadis ini sedang dalam masa pubertas.

“Ya ya, sebenarnya kau ingin makan. aku paham, sangat paham.”
“Naofumi-sama apa kau sama sekali tidak mendengar apa yang aku katakan?”
“Tidak apa. Kau sudah dewasa. Karena itu… kau ingin makan kan?”
“Kau pikir aku tidak bisa melihat maksud sebenarnya? dibalik mata itu kau masih menganggapku anak kecil. Aku tidak butuh perlakuan seperti itu!”

Ya ampun, masa yang sulit.
Apa kita perlu set makanan untuk anak kecil? Kita memasuki restoran yang menyediakan hal itu.

“Selamat datang!”

Oh? sekarang pelayannya mengantarkan kami hingga meja.
Apa ini karena Raphtalia mengganti gaya rambutnya? Orang-orang sangat kejam dalam hal itu.

“Aku akan memesan makanan termurah disini, dan gadis ini pesan set makanan anak kecil yang ada bendera di atasnya.”
“Naofumi-sama.”

Pelayannya mengkonfirmasi pesanan kami dengan wajah bingung menatap ke aku dan Raphtalia.

“Err, tolong berikan saya makanan yang paling murah juga.”
“Ba-baik.”

Pelayannya mengangguk ke arah Raphtalia dan kembali ke dapur.

“Apa itu? apa kau benar-benar membenci makanan ini?”
“Seperti yang aku katakan, aku sudah tumbuh.”
“Um… oke?”

Sepertinya tidak ada pilihan lain. aku akan membiarkan Raphtalia untuk sekarang.
Tugasku hanyalah memberikan dia makanan yang ingin dia makan.




TL: LoliLover
EDITOR: Isekai-Chan

Minggu, 12 Mei 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 22. Yang Ingin Aku Dengar

View Article
Chapter 22. Yang Ingin Aku Dengar


“Apa yang kau maksud dengan ‘menang’!? duel satu lawan satu kita diganggu!?”

“Apa yang kau katakan? kau kalah karena kau tidak bisa bertahan dari seranganku.”

…kurang ajar, kau benar-benar mengatakan itu?
Omong kosong apa yang mengatakan hero tidak boleh memiliki budak!
Sampah, berpura-pura menjadi pahlawan namun sebenarnya pertarungan ini hanya untuk kesenanganmu sendiri.

“Temanmu mengganggu di tengah pertarungan! Itulah mengapa aku terjatuh!”
“Ha! Apa itu alasan palsumu?”
“Bukan itu, brengsek!”

Motoyasu yang kurang ajar memandang rendah kearahku, mengabaikan keluhanku sambil menikmati kemenangan.
Walaupun memang tadi ada pengganggu… kurang ajar!

“Apakah begitu?”

Para penonton memandangi Motoyasu.
Apa mereka tidak melihat apa yang terjadi? Semuanya terdiam.

“Tidak ada gunanya mempercayai perkataan hero kriminal. Hero tombak! ini adalah kemenanganmu!”

Brengsek itu!
Seperti biasa, sang Raja mengumumkan hasilnya dengan lantang.
Meskipun, beberapa dari kerumunan tidak yakin. Mereka melihat kesekeliling seolah mereka ingin berkata.
Namun, tidak akan ada yang berani menantang hasil yang diberikan raja.
Karena raja telah membungkam semua perbedaan pendapat.
Kerajaan ini telah terdiktator.

“Seperti yang diharapkan dari Motoyasu-sama!”

Wanita jalang yang merupakan dalang dari semua ini, tanpa rasa malu berlari kearah Motoyasu.
Terlebih lagi, penyihir kastil hanya menyembuhkan Motoyasu, Merawat lukanya seperti mereka tidak ingin membantuku.

“Fumu, seperti yang diharapkan dari hero yang dipilih oleh anakku, Malty.”
Raja itu berbicara saat dia menepuk pundak Mein.

“A-Apa!?”

Mein adalah anak raja?

“Ah… Aku juga terkejut bahwa ternyata Mein adalah putri kerajaan. Dia menggunakan nama palsu untuk membaur bersama kita.”
“Ya… aku ingin membantu untuk kedaiaman dunia ”

...Begitu. Jadi seperti itu.
Memang aneh aku dengan mudahnya di cap sebagai kriminal hanya dari pengakuan korban.
Jadi seperti itu… sang Raja mengabaikan putri bodohnya yang egois dan menjatuhkan tuduhan palsu kepadaku dengan bukti palsu. Demi hero yang dipilih putrinya, dia mengorbankanku dan mengambil kembali uangku hanya karena aku adalah yang terlemah diantara para hero.
Dan karena Motoyasu menyelamatkan sang putri dariku, mereka menjadi sangat dekat, lebih dekat dari para gadis lainnya.

Ini juga menjelaskan mengapa aku mendapatkan dana tambahan saat awal.
Dengan kata lain, dia dapat mendapatkan perlengkapan yang bagus untuk dirinya dan untuk membantu hero yang dipilihnya, Motoyasu.
Jika hanya Motoyasu yang memulai dengan perlengkapan yang bagus, seharusnya raja mengetahui ada yang tidak beres.
Dengan perencanaan yang matang, sudah pasti tidak ada jalan lain untuk mengetahui kebenaran selain dari penjahatnya. Hasil akhirnya adalah, Hero tombak yang menyelamatkan putri dari Hero perisai yang jahat.

Walaupun lambat, semuanya menjadi jelas.
Tidak ada bukti selain pukulan yang aku terima, yang bahkan tidak memberikanku damage walaupun aku terjatuh. Tidak ada bukti yang jelas bahwa putri telah berbuat curang.
Jika ada perdebatan mengenai pertandingan ini, mungkin akan dibungkam dibalik layar.
Jadi dia dapat menganggu duel dan membantu hero kesayangannya, Motoyasu.

Itu berarti, ini semua telah direncanakan dari awal agar aku dan Motoyasu berduel.
...Oh, ini sederhana. Yang harus dilakukannya hanyalah berbisik kepada raja.

“Gadis itu telah dipaksa menjadi budak oleh hero perisai. Tolong selamatkan dia.”

Sebuah kesempatan untuk menguji potensi suaminya dan juga membuat dirinya terlihat baik. Dia pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini.
Jika mereka benar-benar menikah, Ini pasti akan menjadi kisah pahlawan dimana mereka menyelamatkan seorang budak dari seorang penjahat.
Dan dimasa depan, namanya akan dikenang sebagai istri dari hero yang telah mengalahkan hero jahat.
Sial! Raja sampah ini dan wanita jalang ini!

Tunggu dulu… sang putri, adalah wanita jalang…?

Cerita ini, dimana aku pernah mendengarnya?
Dimana? dimana aku mendengar sesuatu seperti ini?
… Aku ingat sekarang. Aku membacanya di novel ‘Senjata empat orang suci’.
Didalam buku itu sang putri adalah wanita jalang yang berhubungan dengan semua hero yang ada.
Jika buku yang aku baca di perpusatakaan berhubungan dengan dunia ini, maka akan masuk akal jika putri ini adalah wanita jalang.
Hal yang sama juga dapat berlaku kepada para hero sialan lainnya.

Rasa marah mendidih dari bagian terdalam dari tubuhku.


[Seri Kutukan]
[Kondisi untuk membuka perisai telah terpenuhi]


Pandanganku terganggu perisaiku juga termakan oleh emosi gelap yang muncul dari hatiku.

“Baiklah Motoyasu-dono, gadis yang telah hero perisai perbudak sudah menunggu.”

Kerumunan mulai menyebar bersamaan dengan para penyihir mulai melepaskan Raphtalia dari segel budaknya.
Para penyihir membawa semangkuk cairan dan mengolesinya pada segel budak Raphtalia.
Segelnya hilang tepat didepan mataku.
Raphtalia sekarang sudah terbebas dari segelku.
Perutku bergejolak hatiku termakan oleh perasaan jahat.
Jika dunia ini mengejek dan mencemoohku, dan semua nya hanya menertawakan perjuanganku.
Yang bisa aku lihat… hanyalah senyum gelap yang samar-samar terasa disekitarku.

“Raphtalia-chan”

Motoyasu berlari kearahnya.
Raphtalia, dengan air liur yang keluar dari mulutnya dan air mata yang keluar membasahi mukanya, dia ---- menampar Motoyasu.

“Kau… kurang ajar!”
“...Eh?”

Motoyasu terdiam bingung setelah ditampar.

“Aku tidak pernah meminta untuk diselamatkan olehmu!”
“N-Namun Raphtalia-chan telah disalahgunakan oleh Naofumi kan?”
“Naofumi-sama tidak pernah memaksaku untuk melakukan suatu hal! dia hanya menggunakan segel itu jika aku takut untuk bertarung!”

Tertidur karena pingsan, aku tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan.
Tidak, sebenarnya aku mendengarnya.
Namun aku tidak ingin mendengarkan siapapun.
Aku hanya ingin cepat-cepat keluar dari sini.
Aku ingin kembali ke duniaku.

“Dia seharusnya tidak seperti itu!”
“Naofumi-sama tidak bisa mengalahkan monster sendirian. Itulah alasan mengapa dia harus bergantung pada seseorang.”
“Kau tidak perlu melakukan itu! Dia hanya akan menggunakanmu hingga kau rusak!”
“Naofumi-sama tidak pernah membiarkan suatu monster melukaiku! dan saat aku lelah dia membiarkanku berisitirahat!”
“Ti-tidak… dia bukanlah tipe orang seperti itu…”
“... Apa kau mau mengulurkan tanganmu untuk budak kotor yang memiliki penyakit?”
“Eh?”
“Naofumi-sama telah memberiku banyak hal. Dia mengizinkanku memakan makanan apapun yang aku mau. dia memberiku obat saat aku sakit. Apa kau bisa melakukan itu?”
“B-bisa!”
“Maka harusnya kau memiliki budak disisimu sekarang!”
“!?”

Entah mengapa… Raphtalia berlari kearahku.

“Me-menjauh!”

Ini… adalah neraka.
Dunia yang jahat.
Wanita - tidak - semua orang di dunia ini mencemoohku seolah sedang menyiksaku.
Jika dia menyentuhku, maka aku hanya akan mengingat kenangan buruk itu lagi.
Raphtalia menyaksikan kondisiku dan kembali memandangi Motoyasu.

“Aku telah mendengar rumor… bahwa Naofumi-sama memaksakan dirinya ke pengikutnya, dan dia adalah hero yang jahat.”
“A-ah. Dia adalah pemerkosa! untuk budak perempuan, seharusnya kau mengerti itu kan?”
“Mengerti apa!? Naofumi-sama bahkan tidak pernah menyentuhku!”

Raphtalia menggenggam tanganku.

“Le-lepaskan!”
“Naofumi-sama… bagaimana caraku mendapatkan kepercayaanmu?”
“Lepaskan tanganku!”

Semua orang didunia ini menuduhku melakukan kejahatan yang tidak aku lakukan.

“Aku tidak melakukannya.”

Pompf…

Diriku yang sedang bersedih terselimuti oleh sesuatu.
“Tidak peduli apapun, aku akan selalu mempercayaimu Naofumi-sama.”
“Diam! kalian semua hanya akan memberikan tuduhan lagi kepadaku!”
“... aku tidak percaya rumor itu. Kau adalah orang yang tidak akan melakukan hal seperti itu.”

Aku mendengar suatu kata yang sangat ingin aku dengar sejak aku datang ke dunia ini.
Perlahan, bayangan yang mengganggu pandanganku mulai memudar.
Aku menerima kehangatan dari orang lain.

“Walaupun seluruh dunia menyalahkan Naofumi-sama, aku berbeda… Apapun yang dibutuhkan, aku akan menangkal semuanya.”

Ketika aku mengangkat kepalaku, apa yang berada di depan mataku bukanlah gadis kecil namun adalah gadis remaja sekitar 17 tahun.
Namun penampilannya terlihat mirip seperti Raphtalia, dia adalah gadis yang sangat cantik.
Yang dulunya memiliki kulit yang kering, dan penuh luka, sekarang menjadi sehat, dengan rambut indah yang memiliki warna sedikit berdebu.
Tubuh yang dulunya hanya tulang dan kulit, sekarang memiliki lekuk tubuh yang ideal.
Yang lebih penting, matanya tidak lagi terpenuhi dengan keputusasaan, namun terpenuhi dengan cahaya semangat yang kuat.
Aku tidak mengenal gadis seperti itu.

“Naofumi-sama, mari pergi dan berikan aku segel yang baru.”
“Si-siapa kau?”
“Eh? Apa yang kau katakan? Ini aku Raphtalia.”
“Tidak-tidak-tidak bukankah Raphtalia adalah gadis kecil.”

Dia mengaku bahwa dia adalah Raphtalia. Terlihat bingung, dia memiringkan kepalanya sambil meyakinkanku.

“Hmm, Naofumi-sama selalu memperlakukanku seperti anak kecil.”

Suara itu… memanglah suara Raphtalia, aku ingat.
Namun tubuhnya benar-benar berbeda.
Tidak-tidak-tidak, ini aneh meskipun dia adalah Raphtalia.

“Naofumi-sama, aku akan mengatakan ini karena situasinya.”
“Apa?”
“Ketika Demi-human menaikan level mereka, tubuh mereka juga akan tumbuh dengan cepat untuk menyamakan pertumbuhan levelnya.”
“Eh?”
“Demi-human tidaklah sama seperti Manusia. mereka lebih mirip seperti monster.”

Malu, gadis yang mengaku sebagai Raphtalia melanjutkannya.

“Meskipun pikiranku masih sama seperti anak kecil, tubuhku sudah setara dengan orang dewasa.”

Ketika mengatakan ini, Raphtalia sekali lagi memeluk kepalaku di dadanya.

“Tolong percaya padaku. Aku percaya bahwa Naofumi-sama tidak pernah berbuat kejahatan. kau adalah hero perisai yang baik, yang telah menyelamatkan nyawaku, memberikanku obat, mengajariku caranya bertahan hidup dan bertarung. Aku adalah pedangmu, dan aku akan mengikutimu apapun yang mengahalangi.”

Itu semua adalah… kata-kata yang inign aku dengar.
Kata-kata itu diucapkan ketika Raphtalia berjanji untuk bertarung bersamaku.

“Jika kau tidak percaya padaku, jadikan aku budakmu kembali atau lakukan apapun yang kau mau. Aku akan terus bersamamu.”
“Ku...u...uuu”

Dari kata terbaik yang aku terima setelah aku berada di dunia ini, tanpa disadari aku mulai menangis. Meskipun aku beripikir bahwa seharusnya aku tidak menangis apapun yang terjadi, Aku tidak bisa menghentikan air mata yang mengalir.

“Uuuu…..uuuuuuuuuuu”

“Duel barusan… Motoyasu di-diskualifikasi.”
“Haa!?”

Ren dan Itsuki muncul dari keramaian dan berbicara.

“Kami melihat dengan jelas dari atas, bahwa salah satu pengikutmu menggunakan sihir angin kearah Naofumi.”
“Tidak, tapi… itu tidak mungkin.”
“Raja terdiam. kau paham apa maksud dari itu kan?”
“... apa yang terjadi?”

Motoyasu memutar kepalanya melihat kearah penonton.

“Namun dia menyerangku dengan monster.”
“Mereka tidak memberikan damage. Kau dapat memeriksanya sendiri.”

Bertindak seolah benar sendiri, Ren memojokan Motoyasu.

“Namun… dia! dia mengincar mukaku dan selangkanganku!”
“Menggunakan taktik kotor setelah dipaksa mengikuti pertarungan yang tidak mungkin dia menangkan. Kita harus memakluminya.”

Setelah mendengar perkataan Itsuki, Motoyasu menyerah adu pendapat dengan muka yang tidak senang.

“Pertarungan ini mungkin menjadi kesalahanmu, jadi biarkan saja.”
“Hmph… sungguh hasil yang mengecewakan. aku masih curiga bahwa Raphtalia-chan telah dicuci otak.”
“Bagaimana kau masih bisa berkata seperti itu setelah melihat mereka seperti ini?”
“Itu benar.”

Dengan suasana yang menjadi aneh, para hero mulai pergi dan kerumunan orang mulai kembali ke kastil.

“...Hmph! membosankan.”
“Ya… ini adalah hasil yang mengecewakan.”

Mereka yang tidak puas dengan hasil pertandingan pergi dengan jengkel. Hanya aku dan Raphtalia yang tersisa.

“Pasti sangat sulit bagimu. Aku tidak menyadarinya hingga sekarang. Mulai sekarang, aku akan ikut menanggung beban itu.”

Kesadaranku menghilang ketika aku mendengar kata-kata itu.

Setelah itu, aku tidur dipelukan Raphtalia sekitar satu jam. Aku terkejut, aku tidak menyadari pertumbuhan Raphtalia yang begitu banyak.
Kenapa aku tidak menyadarinya?

… Aku terlalu stress, mungkin.

Aku tidak memiliki kesempatan untuk memeriksa pertumbuhan Raphtalia. yang selalu aku periksa hanyalah statusnya yang meningkat di layar.
Jamuan sudah berakhir. Jadi aku tertidur di ruangan berdebu yang sudah tidak digunakan, yang awalnya disiapkan untuk pelayan.

Seseorang mempercayaiku. hanya dengan itu, aku merasa beban dalam hatiku terangkat.

Akibat masalah ini sudah selesai, esok harinya saat sarapan.
Untuk pertamakalinya sejak aku di khianati Mein, Indra perasaku kembali berfungsi.


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: LoliLover
EDITOR: Isekai-Chan

Sabtu, 12 Januari 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 18. Jam Pasir Berukiran Naga

View Article
Chapter 18. Jam Pasir Berukiran Naga


Esok harinya, kami datang ke toko senjata.

“Wah, bukankah itu adalah si bocah.”
“Bagaimana dengan pesanan kami?”
“Selesai! aku telah menyelesaikannya beberapa saat yang lalu.”

Pak tua berbicara sambil mengeluarkan armor dari belakang.
Yang keluar adalah satu set armor yang terlihat kasar, armor itu terkesan kasar.
Kulit Usapiru digunakan sebagai pelapis bagian leher, dimana bagian dadanya terlindungi dengan piringan besi.
Bagian sendi tidak disambung dengan metal, namun dengan kulit landak. Saat memasukan tanganku kedalamnya, aku dapat merasakan bahwa di antara kulit baju itu penuh dengan bulu Pikyupikyu.

“... Aku akan mengenakan ini?”

Bagaiamana ya, aku pikir ini terlihat seperti armor yang digunakan oleh ketua perampok.
Apa yang mereka pikirkan saat menyebutnya ‘Armor Barbar’? Aku akan terlihat seperti preman di tahun 90’ an jika aku menggunakannya.

“Ada apa bocah?”
“Tidak, aku hanya berpikir bahwa armor ini terlihat seperti armor milik penjahat.”
“Apa yang kau bicarakan?”

Huh?

“Apa kau mengatakan bahwa aku memang adalah penjahat?”

Aku memang memilih cara paling efisien dalam membuat uang, namin itu tidak membuat-ku menjadi penjahat kan?

“Pasti cocok dipakai Naofumi-sama!”
“Raphtalia… kau--”

Bukankah itu sama saja membuatku menjadi salah satu dari mereka?

“Intinya coba gunakan saja dulu.”
“Urg… Aku ingin menghindarinya jika bisa… namun tidak ada pilihan lain karena kita bekerja keras untuk membuat armor ini.”

Aku segera berganti setelah memasuki ruang ganti.
… Aku bahkan tidak bisa berkata lagi, ukurannya sangat lah pas dengan ukuran ku.
Ini adalah salah satu benda yang hanya bisa dibuat oleh pak tua, sang pemilik yang sudah mengenal senjata dan armor. Dia dapat mengetahui ukuran ku hanya dengan melihatnya.
Aku keluar dari ruang ganti dan menunjukan hasilnya kepada Raphtalia dan Pak tua.

“Fumu… mukamu memang tidaklah mengeluarkan kesan barbar, namun aku dapat melihat sedikit kejahatan dalam matamu.”
“Hah? apa kau mengatakan bahwa aku memiliki mata yang buruk?”
“Bocah, kau memang sangat cepat dalam menyadari sesuatu.”

Sialan, apa yang dia maksud sebenarnya?

“Naofumi-sama, itu sangat cocok untukmu dan kau terlihat KEREN!”

Raphtalia berbicara ke arahku dengan senyuman.
Aku menatap Raphtalia sambil terdiam.
Menggunakan tatapan penuh luka…

… Itu adalah niatku dari awal.

Sebenarnya dia tumbuh di lingkungan hidup seperti apa?
Ah, aku lupa, Raphtalia adalah demi-human. Mungkin karena dia memiliki pandangan seni yang beda denganku.
Aku mengkonfirmasi bahwa ketahanan armor ini lebih kuat dari Chain Mail, atau bahkan sedikit lebih tinggi.
Pak tua berkedip ke arahku. Jadi ini adalah bonus untuk kami, itu adalah pelayanan yang baik.

“Haa… Terimakasih.”

Berbicara jujur seperti ini bukanlah hobi ku, namun aku tidak dapat melakukan hal lain karena aku harus bersiap untuk gelombang yang akan datang.
Aku meyakinkan diriku dengan alasan itu.

“Sekarang, apa yang akan kita lakukan?”
“Kau mengingatkanku, suasana kota terasa lebih tegang belakangan ini.”
“Mungkin gelombangnya sebentar lagi akan datang, namun dimana dan kapan?”
“Huh? Tidak ada yang memberitahumu?”
“Tentang apa?”

Informasi yang pak tua tahu dan aku tidak… itu pasti adalah tentang suatu tindakan untuk melawan gelombang. Diam-diam aku mengutuk ‘mereka’ sambil mendengarkan pak tua berbicara.

“Kau telah melihat menara jam yang terkenal di alun-alun kan?”
“Ya, hanya sekilas. Aku biasanya ber-oprasi di pinggiran kota.”
“Jam pasir berukir naga terdapat di dalam bangunan itu. Saat pasir terakhir dari jam itu jatuh, para hero dan pengikutnya akan di teleportasi ke tempat dimana gelombang itu datang.”
“Oh…?”

Tidak salah lagi… raja sialan itu pasti telah memberi tahu berita gembira ini kepada hero lainnya dan pengikutnya.

“Jika kau tidak tahu kapan gelombang akan datang, mengapa kau tidak kesana dan melihatnya?”
“Sepertinya begitu.”

Ini akan menyulitkanku jika aku tidak tahu kapan aku akan di teleportasi.
Aku berencana singgah disana sebagai penghibur.

“Baiklah, pak tua.”
“kalau begitu, sampai jumpa.”
“sampai jumpa.”

Kami mengucapkan salam perpisahan dan pergi menuju menara.
Di daerah kota, menara jam itu adalah bangunan yang paling tinggi. Mungkin tingginya hampir setara dengan bangunan modern.
Entah mengapa, atap dari menara itu berbentuk seperti kubah gereja.
Sepertinya tidak ada biaya masuk, pintu gerbang terbuka lebar dan ada orang yang mondar-mandir.
Ada wanita dengan pakaian seperti biarawati menatapku dengan tatapan curiga. Dia sepertinya mengenali wajahku.

“Kau adalah hero perisai, bukan?”
“Haha, seperti yang kau lihat, aku ada disini karena batas waktu sudah dekat.”
“Kalau begitu, mohon ikuti saya.”

Aku dipandu menuju jam pasir yang berada di tengah gereja.
Jam pasir besar yang kira-kira berukuran 7 meter.
Lengkap dengan dekorasi dan aura suci.

… Apa ini? tulang punggungku terasa gatal, terasa seperti ada aliran listrik yang masuk.
Hanya dengan melihatnya, terasa sensasi mengalir di dalam tubuhku.
Warna dari pasirnya adalah…. merah.
Aku mengalihkan pandangaku ke arah pasir yang berjatuhan.
Aku paham apa yang akan terjadi ketika pasir terakhir telah terjatuh.
Perisaiku mengeluarkan suara “piin*” bersamaan dengan sebuah laser yang menghubungkan permata di perisaiku dengan pusat dari jam pasir itu.
Kemudian jam digital muncul di pandanganku.


[20:12]


Tidak lama angka 12 berubah menjadi 11.
Begitu, jadi jam pasir diterjemahkan menjadi sesuatu yang bisa aku pahami.
Dengan ini aku bisa bergerak dengan tepat.
Bagaimanapun… hal yang bisa aku lakukan dalam waktu 20 jam sangatlah sedikit. Hal yang perlu dilakukan adalah mendapatkan tanaman herbal sebanyak-banyaknya dan menyiapkan obat penyembuh.

“Huh? bukankah itu Naofumi?”

Suara menjijikan yang tidak aku sukai terdengar di dalam ruangan.
Berjalan bersama haremnya, Hero tombak dengan santai berjalan ke arahku.
Sungguh sial, aku sangat ingin menghajarnya. Namun mempertimbangkan waktu dan tempatnya, jadi aku mengendalikan diriku.

“Apa kau datang kesini untuk persiapan melawan gelombang?”

Dengan tatapan yang aneh, dia melihatku dari atas hingga bawah.

“Apa-apaan itu. apa kau berniat bertarung dengan perlengkapan seperti itu?”

Memang kenapa?
Menurutmu karena siapa aku menjadi seperti ini? Kau dan wanita jalang dibelakangmu.
Perlengkapan motoyasu berbeda dari yang dulu, hanya dengan sekali lihat aku dapat mengetahui levelnya.
Itu tidak terbuat dari besi, namun armor mengkilat yang terbuat dari silver. dia menggunakan pakaian tambahan yang memancarkan warna hijau, sepertinya benda itu memiliki efek tambahan. Tidak hanya itu, disana terdapat lapisan Chain Mail yang berada di antaranya. Terlihat seperti Motoyasu sangat memperhatikan pertahanannya.
Senjata legendarisnya juga tidak berada pada bentuk biasannya. Dan sangat menjengkelkan untuk mengakuinya, namun desain tombaknya sangat sederhana dan keren.

“...”

Berbicara dengan orang ini sungguh menjengkelkan.
Aku membalikan punggung ke arah motoyasu dan menghiraukannya sambil berjalan ke arah pintu masuk.

“Ada apa denganmu?, Motoyasu-sama berbicara denganmu! Buka telingamu dan perhatikan dia.”

Wanita jalang penggemar Motoyasu berbicara sambil menatapku dengan penuh penghinaan dan rasa haus darah.
Setelah itu muncul ejekan. Mereka mulai memprovokasiku dengan dengan ejekan dari lidahnya itu.
Wanita jalang ini, aku akan membunuhnya suatu saat.

“Naofumi-sama? Siapa orang-orang itu..?”

Raphtalia menyondongkan kepalanya dan menunjuk ke arah Motoyasu.

“...”

Aku mencoba berjalan menjauh, karena itu adalah keputusan yang terbaik daripada menjawabnya.
Di saat yang sama, Itsuki datang dari gerbang masuk.

“Tsk.”
“Oh, Motoyasu-san dan… Naofumi-san”

Itsuki terlihat tidak senang saat aku mendecikan lidahku ke arahnya, namun fitur ‘anak baik’-nya sebentar lagi akan aktif.

“...”

Ren juga datang dan berjalan tanpa berbicara apapun, dengan tujuan agar terlihat keren. Perlengkapannya jelas terlihat lebih kuat dari pertama kali dia memulainya.
Dan, kedua pengikutnya muncul setelahnya.
Populasi dalam menara langsung meningkat.
4+12+1
Kita, keempat hero yang dipanggil, bersama dengan 12 petualang yang mendampinginya, dan terakhir adalah Raphtalia.
Total jumlahnya adalah 17 orang, Jumlah yang mengecewakan untuk pasukan penangkal bencana.

“Haa…”
“Siapa gadis cantik ini? Dia terlihat sangat menawan.”

Motoyasu menunjuk Raphtalia dan berbicara.
Orang ini, dia mau dengan siapa saja asalkan dia perempuan?
Ternyata seorang hero juga mengincar anak kecil… Kota ini sudah tidak ada harapan.
Ditambah lagi, dia mendekati Raphtalia dengan motif kotor, memperkenalkan diri dengan lemah lembut.

“Senang bertemu dengamu, nona muda. Aku adalah salah satu dari keempat hero yang dipanggil ke dunia ini. Silahkan panggil diriku dengan namaku, Kitamura Motoyasu. Aku merasa terhormat bisa berkenalan dengamu.”
“Ah, ya… jadi kau adalah salah satu hero.”

Raphtalia mengangguk dengan perlahan sambil menghindari tatapannya.

“Bolehkah aku mengetahui namamu?”
“Umm…”

Raphtalia yang terlihat bermasalah, melihat ke arahku lalu kembali melihat ke arah Motoyasu.

“Aku Raphtalia, senang berkenalan denganmu.”

Dia sepertinya sadar bahwa aku merasa terganggu. Aku mengetahuinya dari keringat dingin yang berada di wajahnya.
Perempuan ini juga ingin menyingkirkanku dan bergabung dengan kelompok Motoyasu?
Sialan, aku sedang mencoba membuat sesuatu lebih damai, lalu mengapa mereka semua masih saja menggangguku?

“Apa urusanmu disini, nona? Dengan tujuan apa kau membawa pedang dan mengenakan perlengkapan itu?”
“Aku disini untuk bertarung bersama Naofumi-sama.”
“Hah? Naofumi?”

Motoyasu berbalik kearahku dan melihatku dengan tatapan penuh curiga.

“... Apa yang kau lihat?”
“Kau iblis, kenapa kau membawa gadis cantik seperti ini ke tempat yang berbahaya?”

Motoyasu berbicara sambil menatap rendah ke arahku.

“Aku tidak perlu mengatakan alasannya.”
“Dan, aku pikir kau akan menangani ini sendirian… namun ternyata kau menggunakan kebaikan Raphtalia pada akhirnya.”
“Dasar tukang halusinasi.”

Kata-kata itu keluar dari mulut sialan itu, orang yang lebih mempercayai wanita jalang terburuk di dunia lain dari pada teman hero nya, sungguh sangat membuatku muak.
Aku berjalan ke arah Itsuki dan Ren untuk keluar.
Mereka dan pengikut mereka yang bahagia membukakan jalan untukku.

“Mari bertemu kembali saat gelombang tiba.”
“Jangan menghambat kami.”

Aku berjalan melewati mereka, saat itu Itsuki memberikan respon yang profesional, sementara Ren memberikan respon tidak sopan, seperti dia hanyalah satu-satunya hero.
Terkejut dengan sikapku yang tiba-tiba, Raphtalia dengan segera menuju ke sisiku sambil mengamati sekitar.

“Aku pergi.”
“Ah, baik! Naofumi-sama.”

Setelah mendengar suaraku, dia kembali ke sikapnya yang energik.
Ya ampun, itu tadi sungguh tidak menyenangkan.
Keluar dari pintu masuk menara, aku segera pergi menuju padang rumput melalui kota, setiap detik rasa frustasi semakin bertambah.

“Um, Naofumi-sama? Ada apa denganmu?”
“Tidak ada….”
“Tad…”
“Apa?”
“Tidak apa…”

Merasakan suasana hatiku yang buruk, Raphtalia mengikutiku dengan suasana sedih.
… kemudian balon liar muncul.
Dengan segera, Raphtalia mengeluarkan pedangnya.

“Tunggu, biarkan aku menangani ini sendirian.”
“Eh… tap--”
“Biarkan saja!.”

Raphtalia kaget dengan teriakkanku yang tiba-tiba.
Balon itu mendekatiku.

“Ora ora ora ora!”

Sial! sial! sial! sial! sial! sial!
Mengalihkan pikiranku dengan menghajar balon, setelah itu aku baru dapat tenang.
Aku men-cek sisa waktu dari pojokkan pandanganku.


[18.01]


18 Jam lagi.
Aku perlu melakukan apa yang perlu hingga waktu tiba.
Setelah itu, aku pergi berburu balon dan mengumpulkan tanaman herbal.
Tanaman itu masih perlu diproses agar menjadi obat yang dapat digunakan saat gelombang muncul.
Ketika malam tiba… setelah kembali ke penginapan untuk beristirahat, dengan lembut Raphtalia berbicara padaku.

“Naofumi-sama.”
“... Apa?”
“Pagi tadi, orang-orang itu adalah hero seperti Naofumi-sama kan?”
“... Urg.”

Dia mengingatkanku dengan sesuatu buruk.
Setelah aku melupakan apa yang barusan terjadi.

“Apa… yang terjadi diantara para hero?”
“Aku tidak ingin membahasnya. Jika kau ingin mengetahuinya pergi ke bar dan tanya sekitarmu.”

Tidak ada yang mempercayaiku ketika aku memberitahu kebenarannya. Gadis ini juga kemungkinan sama saja dengan yang lainnya.
Bagaimanapun, perbedaan Raphtalia dan yang lainnya adalah, dia adalah budakku.
Jika dia menolak perintahku, mencoba untuk lari, atau memberontak kepadaku, dia akan tersiksa oleh segelnya.
Memikirkan yang terbaik, Raphtalia tidak memaksa karena aku juga tidak ingin menceritakannya.
Bersiap untuk besok, aku membuat banyak obat hingga aku mengantuk. aku terus membuatnya dalam waktu yang sangat lama.




TL: LoliLover
EDITOR: Isekai-Chan