Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri death-march-kara-hajimaru-isekai-kyousoukyoku-bahasa-indonesia-chapter-16-70. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri death-march-kara-hajimaru-isekai-kyousoukyoku-bahasa-indonesia-chapter-16-70. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Februari 2014

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 16-27 Garleon Union (3)

View Article
Chapter 16-27. Garleon Union (3)


Satou di sini. Berbicara tentang akuarium, Kau mungkin percaya bahwa lumba-lumba adalah bintang pertunjukan, tetapi aku tidak berpikir Kau bisa mengabaikan anjing laut yang dapat bergerak dengan kecepatan tinggi di bawah air yang bertentangan dengan penampilan mereka, dan penguin yang lucu dengan perilaku mereka.
Itu mengingatkanku, aku pikir teman masa kecilku yang pergi bersama denganku mengatakan bahwa mereka ingin makan udang goreng ketika mereka melihat lobster berduri di dalam akuarium.


"『 Pimpinlah pasukan, dan tunjukkan kekuatanmu 』, kan -"

Dalam perjalanan kembali dari Kuil Garleon, aku menceritakan isi pertemuanku kepada Mia, Lady Karina dan putri Sistina yang ikut denganku.

"Sepertinya ini giliranku."

Kacamata Putri Sistina bercahaya sesaat.
Kalau dipikir-pikir, rasanya sudah agak lama sejak aku melihatnya mengenakan kacamata.

"Mwu, laut."

Mia menunjukkan fakta itu kepada putri Sistina sambil mengarahkan jarinya ke laut.

"Oh benar ... Golemku tidak bisa mengapung di atas air, kan?"
"Tapi mereka bisa membantu mempertahankan daerah pinggir pantai. Aku juga bisa menyiapkan golem kayu untukmu jika kita akan membiarkan mereka naik kapal."

Golem kayu umumnya tidak cocok untuk penggunaan tempur, tetapi karena kecakapan bertarungnya jauh melebihi prajurit rata-rata, itu seharusnya bekerja dengan baik terhadap bajak laut.

"Aku juga ingin ambil bagian di dalamnya desuwa!"
"Sepakat."

Mia mengangguk untuk menjawab Lady Karina.
Tidak seperti putri Sistina, Lady Karina yang berspesialisasi dalam pertarungan jarak dekat dan Mia yang mengendalikan artificial spirit berkekuatan tinggi secara individual bukanlah tipe yang dapat memimpin pasukan sendiri.

"Kalau begitu, aku akan meminta Karina-sama sebagai pasukan garis depan."
"Ya, aku akan melakukannya desuwa!"

Semangat prajurit seharusnya naik dengan penampilannya.

"Bisakah aku meminta Mia untuk memerintahkan spirit water dan membawa keuntungan dalam pertempuran laut?"
"Nn, akan bekerja keras."

Aku mengelus Mia yang membusungkan dadanya sambil mendengus, dan kami naik ke kapal udara.

Pertama-tama, mari kita pahami situasinya.


"Satou-sama, tidak ada kapal atau orang yang ditemukan di wilayah udara dan permukaan laut di sekitar kita."
"Terima kasih."

Aku melompat keluar dari kapal udara yang telah naik ke ketinggian yang cukup tinggi.

"Aku akan keluar sebentar. Tetap di udara untuk sementara waktu."
"Roger!"

Setelah mengatakan itu kepada brownies yang memberi hormat, aku menuju ke luar Peta menggunakan Flash Drive.
Aku berkeliling negara-negara Garleon Union dan sekitarnya satu per satu dan menggunakan magic [All Map Exploration] untuk mengumpulkan informasi.

"Ada lebih banyak bajak laut daripada yang kukira ..."

Ada lebih dari 100 kapal dengan berbagai ukuran, dan masing-masing memiliki 10 hingga 100 bajak laut di dalamnya.
Aku kira sekelompok ribuan bajak laut sudah cukup untuk melawan suatu negara.

Namun, banyak kapal bajak laut yang bertindak sendiri, hanya beberapa dari mereka yang bertindak dalam kelompok tiga atau lebih.

Level mereka dibagi dalam dua kelompok, 15-30 dan 3-7, yang pertama adalah 30% dan yang terakhir adalah 70%.
Bajak laut yang terlihat paling kuat adalah level 43, bahkan Lady Karina bisa menang jika mereka bertindak sendiri.

Para bajak laut sebagian besar terdiri dari manusia dan beastkin.
Beastkin laut sebagian besar dari finkin, dan tidak terlalu banyak putri duyung.

Sebagian besar bajak laut berlayar di sekitar lautan menggunakan armada kapal, atau tinggal di kota-kota dan pemukiman mandiri yang terletak di pulau atau wilayah lautan dengan banyak terumbu karang untuk mempermudah menaklukkan para pengejar.

"Dan Skeleton Archduke – ada disana."

Orang yang memiliki title itu adalah laksamana kapal dari armada kapal perang kecil, levelnya sangat rendah yaitu 24.
Dia mungkin tipe yang memerintah orang dengan baik, kekuatan pribadinya sendiri rendah.
Maksudku, bahkan kapal-kapal yang diperintahnya terlihat lebih seperti angkatan bersenjata suatu negara daripada bajak laut.

Meskipun mempertimbangkan skillnya; Penipuan, Negosiasi, Persuasi, Ancaman, Paksaan, dan sebagainya, dia tidak tampak seperti laksamana yang cakap ....

"Fumu, apa aku hanya membayangkan sesuatu?"

Sekitar 30% dari kapal bajak laut sedang menuju ke arah pelabuhan tempat kapal Skeleton Archduke berlabuh.
Apakah mereka benar-benar bergabung, dan apakah mereka benar-benar berniat untuk menyerang Garleon Union?

"Dan untuk pasukan militer Union Garleon -"

Mereka memiliki banyak kapal dagang, tetapi tidak banyak kapal perang.
Setelah mengecualikan kapal-kapal kecil yang digunakan untuk melindungi pantai dan menemukan kegiatan penyelundupan, hanya ada sekitar 60 kapal menengah dan besar yang dilengkapi dengan furnace dan magic cannon. Kota Garleok sendiri hanya memiliki sembilan cannon.
Ada beberapa prajurit dan komandan hebat yang levelnya melebihi 30, tetapi mereka hanya berjumlah sedikit dan jauh dari rata-rata, sebagian besar personel yang bertempur adalah prajurit yang lemah dengan level satu digit.

Adapun tentara bayaran yang disewa dengan uang untuk menjaga kapal dagang, lebih dari setengahnya adalah penjahat dan mantan bajak laut yang sedang menjalani hukuman, dan bahkan ada kapal dengan bajak laut aktif yang bekerja paruh waktu sebagai tentara bayaran.
Kapal penjaga ini sebagian besar adalah galley ship dan galley boat, hanya beberapa yang dilengkapi dengan magic furnace.
Ada sekitar 90 kapal pengawal ini secara total di Garleon Union.

Level tentara bayaran lebih tinggi dari rata-rata bajak laut, tetapi bahkan yang terbaik hanya level 31, sehingga Kau dapat mengatakan bahwa kekuatan individu mereka lebih rendah.

Jika mereka menyatukan seluruh pasukan, mereka seharusnya bisa dengan mudah menang melawan para bajak laut.
Selama mereka tidak berpisah dengan tentara bayaran atau tidak ada kota atau negara yang memisahkan diri dari serikat, mereka seharusnya bisa menang kecuali komandan mereka sangat tidak kompeten.

Yah, menyatukan seluruh pasukan adalah bagian menyulitkan.

"Sekarang -"

Aku pergi ke laut terbuka dan memeriksa monster yang tinggal di kedalaman ketika aku berada di sana.
Yang terlihat berbahaya hanya monster besar berlevel 50-70 yang disebut [Those that Lurk in the Abyss], monster lain tidak jauh berbeda dari yang berada di lautan lain.
<TLN : Dia yang bersembunyi di dalam kedalaman>

Para Sea orc yang kulihat di pelabuhan Kota Garleok juga ada di sana, tapi itu hanya sekitar 100 orc, tidak perlu untuk menaklukkan mereka.

"Selanjutnya, kota kelahiran putri duyung yang kami selamatkan di pelabuhan – aku menemukannya."

Peta utara Kota Garleok dihiasi dengan desa-desa putri duyung, dan salah satunya tampaknya adalah rumah gadis kecil putri duyung.

Setelah mengumpulkan semua informasi yang aku butuhkan, aku kembali ke dek kapal udara dengan Unit Arrangement.


"Selamat datang kembali."
"Aku kembali, Mia."

Mia yang segera menemukanku, berlari dan melompat untuk memelukku.
Dia mengusapkan dahinya di dadaku.

"Jangan bilang, kau sudah selesai dengan investigasi?"
"Ya, aku belum menganalisisnya, tapi aku sudah selesai dengan pengumpulan informasi."

Aku memberikan penegasan kepada putri Sistina yang mengatakan itu setengah bercanda.

"K-kau serius?"
"Seperti yang diharapkan dari satou k... desuwa!"
"Nn, anak baik."

Puteri Sistina yang terkejut, Lady Karina yang sombong seperti dia yang melakukannya sendiri, dan Mia yang berjinjit berusaha mengelusku.
Ada tiga jenis reaksi.

Selain itu, skill Attentive Earku mendengar ... bagian yang Lady Karina sembunyikan, yaitu [Satou ku].

"Rasanya kita bisa menaklukkan dunia dengan Satou di sini."
"Aku tidak akan melakukan itu."

Aku menyangkal lelucon Puteri Sistina sambil tersenyum.
Kurasa menaklukkan dunia bukanlah hal yang sulit, tetapi aku benar-benar tidak ingin melakukan suatu permainan masokis yang menunggu di akhir cerita, yang disebut pemerintahan.

"Selanjutnya, apakah kau akan memeriksa rumor yang kita dengar di pelabuhan?"
"Ya itu benar."

Selanjutnya, aku perlu menyelidiki apakah ada perselisihan di dalam guild dan apakah Skeleton Archduke itu benar-benar mengumpulkan bajak laut.

Aku melihat brownies berseragam pelayan datang ke ruangan tepat ketika aku akan mengatakan itu.

"Satou-sama, gadis putri duyung telah sadar "

Sepertinya aku harus menunda penyelidikan untuk saat ini.


"●●●●"

>[Finfolk Language] Skill Acquired.

"Tenang, tidak apa-apa."

Brownie dengan seragam pelayan menenangkan gadis kecil putri duyung yang panik.

『Kau aman di sini, tenanglah, oke.』

Aku berbicara dengan gadis kecil putri duyung saat menggunakan magic [Translate].
Aku berpikir untuk mengalokasikan poin skill seperti yang aku lakukan di Sania Kingdom saat itu, tetapi karena sepertinya tidak ada hubungannya dengan ujian kali ini, aku menggunakan magic force [Translate] sebagai gantinya.

『... Bahasa Nifu. Diucapkan oleh manusia? Dimana ini?

Terjemahan yang kasar pada awal kalimat tampaknya merupakan kekhasan dari magic ini.

『Tempat ini berada di dekat pelabuhan tempat Kau terdampar』
『Kota manusia?』
『Apakah Kau terbiasa dengan Garleon Union dan Garleok City?』

Gadis kecil putri duyung menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaanku.

『Aku tidak keberatan mengirim Kau kembali ke kota asalmu jika Kau tersesat, bagaimana?』
『Nyua tidak tersesat!』

Gadis kecil putri duyung itu marah ketika aku mengatakan itu.
Nyua sepertinya adalah namanya.

『Lalu, untuk apa kau datang ke sini?』
『... Nyua mencari hero.』

Setelah ragu-ragu sedikit, gadis kecil putri duyung itu berbicara.

『Hero? maksudmu hero Saga Empire? 』
『Ada banyak jenisnya?』

Aku meminta maaf kepada gadis kecil yang memiringkan kepalanya dalam kebingungan dan melanjutkan kalimatku.

『Dan apa yang akan kau lakukan setelah menemukan seorang hero?』
『Nyua akan meminta mereka untuk mengalahkan iblis es.』

Menurut gadis kecil putri duyung itu, iblis es - rupanya merupakan istilah penghinaan bagi iblis – yang membawa pulau es di tengah malam, membekukan laut tempat kota asalnya berada.
Khawatir mengenai iblis es, tampaknya putri duyung dipaksa untuk memindahkan rumah mereka ke laut dekat Garleon Union.

--Mungkinkah ada iblis yang bertindak di belakang layar?

Aku mencoba memeriksa kampung halaman putri duyung di peta, tetapi meskipun aku menemukan gunung es besar, aku tidak melihat iblis.

『Oke. Aku tahu seorang hero yang dapat membantumu, aku akan memintanya untuk melakukan sesuatu tentang itu, oke. 』
『Sungguh?.』
『Ya, sungguh.』

Aku bertukar janji dengan gadis kecil putri duyung sambil mengajarinya cara membuat janji dengan menghubungkan jari kelingking kami.

"Putar kapal udara ke barat laut. Aku akan meneruskan peta ke monitor kemudi."
"Dimengerti!"

Aku meninggalkan kabin dan memberi tahu brownies dengan seragam penerbangan dan gadis-gadis bahwa aku akan mengirim gadis kecil putri duyung kembali ke rumahnya.

"Aku akan membersihkan gunung es sebentar."
"--Tunggu sebentar!"

Putri Sistina menghentikanku yang telah berubah menjadi Hero Nanashi.

"Apa ada masalah?"
"Aku ingin melihat gunung es!"
"Sepakat."
"Aku ingin melihatnya juga desuwa!"

Aku pikir itu mengejutkan mereka pada awalnya, tetapi ketika aku memikirkannya, gunung es adalah sesuatu yang hanya bisa dilihat dalam buku di dunia tanpa televisi seperti ini.
Lagipula, aku tidak pernah melihatnya juga ketika aku di bumi sekalipun.

"Baiklah kalau begitu, mari kita lihat gunung es begitu kita mengirim gadis itu kembali."


"Tontoooon ?"

Tama, Kau mencampuradukkan 'tontonan' dan skill pamungkas alien dari Tanah Cahaya.
<TLN : Kurang tahu dari referensi apa, ada yang tahu?>

"Melihatnya dengan matamu sendiri sungguh menakjubkan."
"Kau hanya melihatnya di berita tentang pemanasan global atau program khusus."

Arisa dan Hikaru yang memiliki ingatan tentang Jepang tampaknya memiliki kesan yang sama denganku.

"Nn, pemandangan indah."
"Memang, Mia-sama. Tontonan ini cukup mistis."

Mia dan putri Sistina terpesona.

"Ah! Di sana! Esnya retak dan jatuh ke laut!"
"Tenang, Lulu."
"Aku melihat makhluk aneh di atas es di sana, jadi aku melaporkan. Menyarankan untuk menangkapnya--"

Lulu dan Nana berisik.
Bahkan Liza terlihat bersemangat meskipun dia menegur Lulu.

Di sisi lain, Pochi dan Lady Karina terperangah dengan mulut terbuka ketika mereka menatap gunung es.
Aku pikir mereka diam, tampaknya mereka terpesona oleh pemandangan itu.

"... Bagus, nanodesu."
"... Apa, es, yang besar, desuwane."

Mari kita hiraukan perkataan mereka yang tidak jelas.

Kami datang ke sini untuk tur gunung es setelah mengirim gadis kecil putri duyung ke pemukiman putri duyung sementara.
Seperti yang bisa Kau tebak dari reaksi para gadis, aku sangat senang dengan tontonan yang melampaui semua harapan.

"--Apakah kalian bersenang-senang?"

Meskipun aku merasa agak enggan, membiarkannya saja akan membuat suhu laut di sekitar sini turun, jadi aku harus menyingkirkannya dengan cepat.

Aku memperpanjang magic force [Magic Hand] ke arah gunung es dan menyimpannya di Storageku.
Aku mengumpulkan penguin dan anjing laut, dan mengirimnya ke dalam sub-dimensi, aku berencana untuk mengembalikannya ke habitat aslinya nanti.

Aku pernah mendengar bahwa anjing laut itu enak, mungkin ide yang bagus untuk memasak beberapa di antaranya.

"Master!"
"Master, itu!"

Nana dan Liza menunjuk ke tempat di mana gunung es itu berada.

"Kristal es?"
"Aku penasaran apa itu?"

Sebuah lingkaran magic abu-abu muncul di benda seperti kristal es, dan sesuatu keluar darinya.
Ia memiliki tubuh es yang berkilauan, meninggalkan kesan mistis padanya.

"--Demon."
"Sepertinya itu adalah middle demon."

Sama seperti yang dirasakan gadis-gadis, hal yang keluar dari lingkaran magic es adalah middle demon berlevel 47.
Aku pikir gunung es itu datang dari suatu negeri yang jauh, tetapi rupanya demon benar-benar ada di belakangnya persis seperti yang dikatakan gadis kecil putri duyung itu.

『HYOOOOOOO, pulau es ajaibku telah menghilang hyou.』

.... Oy.

Kata akhiran itu merusak penampilan mistiknya.

"Master."

Aku mengangguk pada Liza yang bertanya padaku.
Liza mengarahkan tombaknya ke arah demon, dan dengan diam-diam menembakkan magic edge cannon yang sangat terkompresi.

『Hyooooooo--』

Magic edge cannon Liza menembus dada middle demon dalam sekejap, dan kemudian magic edge cannon dilepaskan oleh Tama dan Pochi tepat setelah mengenainya.

"Sepertinya aku tidak butuh ini."

Lulu mengembalikan acceleration cannon-nya yang dia ambil dari space warehouse.
Mia yang membutuhkan waktu untuk chant dan Lady Karina yang tidak memiliki alasan untuk melakukan serangan jarak jauh terlihat kecewa.

Middle demon menghilang menjadi kabut hitam di depan mata kita.
Pada akhirnya, kami tidak menemukan alasan mengapa demon membawa gunung es ke sini, tapi itu semua tidak masalah karena aku telah menghancurkan salah satu skema demon itu.
Saat ini, prioritas utama aku adalah ujian daripada memusnahkan demon.

Untuk berjaga-jaga, aku menggunakan magic space dan fire untuk mengembalikan suhu air laut kembali ke keadaan semula.


『--Kau membunuh demon, dan menyingkirkan gunung es?』
『Un, itu benar.』

Aku mengunjungi pemukiman sementara gadis kecil putri duyung itu sebagai Hero Nanashi setelah menyingkirkan gunung es dan demon.

『Dan aku juga sudah menghangatkan suhu laut, kau bisa segera kembali ke kota asalmu 』

Mungkin karena sudah beberapa saat sejak aku berubah menjadi Hero Nanashi, aku berbicara dalam versi ceria Nanashi dan akhirnya mempertahankan nada itu.

Begitu para sesepuh menyampaikan berita itu kepada seluruh penduduk desa, mereka dengan gembira melompati permukaan laut.
Setelah menikmati tarian penduduk desa yang entah bagaimana mirip dengan lumba-lumba, aku akan berpartisipasi dalam pesta yang diadakan oleh tetua.

Hidangan yang disajikan di pesta tidak bisa dikatakan mewah menurut standar apa pun, namun, tidak diragukan lagi itu adalah pesta untuk putri duyung yang telah hidup dalam kesusahan, jadi aku berterima kasih padanya.

Selain itu--

『Hero-sama, bagaimana dengan sake anggur laut.』
『Kau sangat kuat, hero-sama.』

--Aku tidak mengeluh dengan sentuhan yang diberikan putri duyung yang glamor ini.

『Hero-sama, tolong ambil ini--』

Aku menerima hadiah seperti tamatebako ketika aku akan pergi. <TLN: dari legenda Urashima Tarou.>
Tentu saja, tidak ada asap yang membuat Kau menjadi tua di dalamnya, itu adalah [Mermaid Drop] yang memungkinkan Kau untuk bernapas di dalam air.

Aku dapat dengan mudah melakukan itu dengan menggunakan magic water, tetapi karena sepertinya itu akan berguna untuk ujian kali ini, aku dengan senang hati menerimanya.

Sekarang, aku harus memeriksa apakah ada perselisihan di dalam guild dan apakah Skeleton Archduke benar-benar mencoba untuk mengumpulkan bajak laut bersama.
Aku juga harus mendapatkan pasukan perang yang bisa aku komando sementara itu, mungkin?



TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Rabu, 30 Oktober 2013

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 16-21 Sania Kingdom (2)

View Article
Chapter 16-21. Sania Kingdom (2)


Satou di sini. Aku tidak pernah pergi melihat atraksi ikan paus, tapi aku sudah pernah melihat hamparan di laut luas di atas kapal. Ku pikir makan tempura yang terbuat dari ikan yang kau tangkap di sana adalah kemewahan terbaik yang bisa kau dapatkan.


"Huh, ada lebih banyak orang daripada yang aku bayangkan di sini."

Kami pergi menonton perburuan Sand Demon Scorpion yang kami dengar saat makan siang.
Ini sepertinya menjadi bentuk hiburan di Sania Kingdom, banyak orang berkumpul di pelabuhan dan kami akan mengendarai dua kapal berukuran kano secara terpisah.

"Master, tidak ada organisme muda di sini, jadi aku melaporkan."

Seperti yang dikatakan Nana, karena ini bisa berbahaya, tidak ada anak-anak di sini.

"Master, tampaknya kapal perang di sana akan melakukan perburuan."

Liza menunjuk tiga kapal perang.

Menurut info di petaku, ada tujuh fire magician, tiga wind magician, dan tiga swordsman dari [Clan sword] selain para pelaut yang dilengkapi dengan busur di kapal mereka.
Ketika kapal perang berangkat, kapal wisata yang kami tumpangi juga mengikuti mereka menuju Small Sand Sea.

Aku melihat sebuah struktur yang tampak seperti pemecah gelombang dengan tinggi sekitar tiga meter dan panjangnya ratusan meter meskipun sulit dibedakan karena berwarna seperti pasir.

"Apa itu sesuatu seperti pemecah ombak?"

Aku bertanya kepada seorang pelaut terdekat karena itu sedikit menarik minat ku.

"Ah, itu untuk menghalau kawanan Sand demon scorpion selama『 Gnawing 』."

Setelah mendengarkan penjelasan pelaut, aku bisa mengetahui bentuk konstruksi pemecah gelombang dengan melihat Peta.
Magic [Clan wand] mungkin membunuh kawanan Sand demon scorpion begitu mereka terpancing ke berbagai lokasi.

Setelah menyeberangi pemecah ombak dan berlayar selama sekitar dua jam, kapal perang menurunkan layar mereka dan meletakkan daging domba di atas benda yang mirip mesin derek.

"Wind magician akan menyebarkan bau bangkai itu dan kemudian scorpion akan tertarik oleh baunya."

Salah satu pelaut menjelaskan tindakan kapal perang.

"Master, sudah datang."

Liza menyadari Sand demon scorpion yang datang dari kejauhan.
Sand demon scorpion berukuran truk kecil berjalan di Small Sand Sea seperti sedang berenang.

"Master, para pemanah di kapal perang sedang membolos jadi aku laporkan."
"Aah, mereka ada di sana untuk Sand Crocodile dan burung bangkai. Hal-hal seperti panah tidak akan bekerja pada cangkang tebal scorpion."

Seorang pelaut terdekat membenarkan dugaan Nana.

"Ooh! Para magician telah memulai serangan mereka!"

Para penumpang bersorak keras ketika mereka melihat fire bullet dan fire ball ditembakkan dari kapal perang menuju Sand demon scorpion.
Mayoritas magician yang menyerang adalah fire magician. Beberapa wind magician juga berpartisipasi dalam serangan itu tetapi kebanyakan hanya menonton. Sepertinya peran mereka adalah membantu perjalanan kapal dan untuk memikat Sand demon scorpions.

"Bukankah magic earth lebih efektif di gurun?"
"Magician earth tidak akan mengambil bagian dalam pekerjaan berbahaya ini. Mereka tidak kehabisan pekerjaan sampai-sampai mengambilnya."

Penumpang yang mendapat informasi tentang magic bertukar kata-kata.

"Sepertinya itu tidak terlalu efektif."

Seperti yang dikatakan Liza, magicians tampaknya berada di tingkat tiga, api dan serangan magic wind ditangkal oleh cangkang Sand demon scorpion, sebagian besar tidak terlalu efektif sama sekali.
Secara bertahap mengurangi HP scorpion, tetapi scorpion kemungkinan akan masuk ke kapal perang terlebih dahulu.

"Bos akan muncul."

Seorang pedagang yang tampaknya biasa menunjuk ke buritan kapal perang pusat dan berteriak keras.
Memalingkan pandanganku ke sana, aku melihat tiga [Clan sword] berdiri di sana.

"Ayo lakukan!"
"OU!"

Mereka berteriak, berlari dari belakan kapal ke haluan dan melompat pada Sand demon scorpion bersama dengan momentum.

" Gerakan Spesial- << Shell Breaker >>"
" Gerakan Spesial- << Hairsplitting Thrust>>"
" Gerakan Spesial- << Hairsplitting Thrust>>"

Salah satu gerakan spesial memecahkan cangkang leher scorpion, dan kemudian swordman kedua dan ketiga mencungkilnya.

Scorpion tidak kalah dari serangan itu dan capitnya menyerang ketiga orang yang ada di punggungnya.
Ketiganya tampaknya telah memprediksi serangan itu, mereka melompat dari punggung scorpion dan mendarat di Small Sand Sea.

"Master, mereka tidak tenggelam dalam pasir hisap jadi aku laporkan."

Pasir di Small Sand Sea terlalu halus, Kau akan tenggelam di atasnya seperti di salju atau air jika kau mendarat di atasnya.
Melihat lebih dekat, sepatu swordsman itu berbentuk seperti sepatu salju.

"Itu adalah sepatu yang terbuat dari Sand Membrane yang ditemukan di kaki Sand demon scorpion."

Pedagang itu kemudian dengan ramah memberi tahu Nana dan juga tidak lupa mempromosikan dagangannya, "Silakan berkunjung ke Perusahaan Tonbell jika Kau ingin memesan sepasang."
Tak lama, ketiga swordsman itu membunuh Sand demon scorpion tanpa bantuan magician.

"Semuanya, pertunjukannya masih belum berakhir."

Pelanggan tetap berbicara dengan para wisatawan yang meninggalkan sisi kapal setelah pertempuran berakhir.

Wind magicians datang ke haluan kapal, memegang tongkat mereka dan mulai chant spell.
Begitu chant selesai, seutas tali membentang dari haluan kapal bergerak seperti makhluk hidup dan berputar di sekitar Sand demon scorpion, menghentikannya agar tidak tenggelam ke dalam pasir.
Kali ini kru kapal perang dengan panik menarik tali ke atas. Sepertinya langkah terakhir dilakukan dengan kekuatan manusia.

Sementara itu, tiga swordsman duduk santai di atas Sand demon scorpion.
Mereka berperilaku seperti raja atau bos geng anak-anak.


"Master, scorpion akan datang lagi."

Liza menunjuk ke arah bagian yang agak jauh dari Small Sand Sea.
Sepertinya Sand demon scorpion kedua muncul saat mereka membongkar scorpion pertama. Ini sedikit lebih kecil dari scorpion sebelumnya.

Awak kapal perang menangguhkan pekerjaan mereka dan mencegat scorpion.

"Ah, lebih banyak yang datang."

Scorpion ketiga dan keempat muncul.
Jumlah scorpion yang ditunjukkan pada radar terus meningkat.

"Pasti banyak sekali."
"Tidak, ada yang salah, seharusnya tidak ada sebanyak ini ketika ini bukan Musim Gnawing."

Pelanggan reguler membantah apa yang kukatakan dengan bingung.
Dari apa yang kudengar sebelumnya, [Gnawing] berikutnya seharusnya akan terjadi dalam waktu dua bulan.

"Para tamu terhormat, ada sesuatu yang salah terjadi. Kami akan kembali ke pelabuhan."
"Tolong tunggu sebentar. Perahu di sana akan dalam bahaya jika ini terus berlanjut."

Aku meminjam busur panjang dari salah satu kru.

"Berhenti, panah tidak akan bekerja pada mereka."
"Apakah itu benar?"

Aku dengan ringan menembakkan panah.

Anak panah yang ujungnya merah menyala dengan mudah menusuk Sand demon scorpion.
Karena tali busur terpasang dengan lemah, aku telah menghasilkan jumlah minimum magic pada ujung panah.

"M-Mustahil!"
"Membunuh seekor Scorpion dengan busur dan anak panah!"

Para kru dan para penumpang terkejut melihat Sand demon scorpion terbunuh dalam satu tembakan.

"Aku akan membantu juga."

Liza mengambil lembing baja dari magic bag-nya dan dengan cepat membunuh scorpion satu demi satu.

"Uwaah, itu Sand Worm!"

Nana mengalahkan seekor cacing yang keluar dari pasir di sebelah kapal kami dengan perisai bundarnya.
Mungkin keluar untuk memangsa Sand demon scorpion.

Aku melihat bahwa kapal perang sudah mulai melarikan diri dari scorpion.

"Sekarang, mari kita pergi."

Kami melepaskan Sand demon scorpion dan kembali ke pelabuhan.

Jumlah Sand demon scorpion yang ditunjukkan pada Peta ku sudah cukup untuk menelan seluruh ibukota kerajaan.
Ujian yang diberikan kepadaku, pasti untuk mengalahkan Sand demon scorpions dalam jumlah besar dengan [Golden Sword Herarusauph], tidak diragukan lagi.
Sepertinya aku harus mematahkan kaki untuk melakukan itu tanpa menggunakan magic, tapi aku akan melakukannya dengan cermat jika ini adalah ujiannya.

Pertama-tama, kurasa aku harus kembali ke istana kerajaan dan bertanya pada master swordsman apakah aku bisa meminjam [Golden Sword Herarusauph]?


"Apa-apa yang kau katakan pada saat darurat seperti ini!"

Aku menjumpai master swordsman di istana kerajaan, tetapi dia menertawakan ku ketika aku bertanya apakah aku bisa meminjam [Golden Sword Herarusauph].

"Berhenti bicara omong kosong."

Master Swordsman yang wajahnya berubah merah padam karena marah membawa petinggi [Clan wand] bersamanya dan meninggalkan ruangan.

Bocah Zanza dan saudara Myufa yang telah meminta menjadi murid Nana adalah orang-orang yang membimbing kami ke sini.

"Earl-sama, untuk apa kau membutuhkan『 Golden Sword』?? "

Zanza bertanya dengan rasa ingin tahu.

"Ya, pedang itu tidak ada gunanya sama sekali."
"Myufa!"

Myufa yang berbicara dalam kebencian ditegur oleh bocah Zanza.

"Tapi Nii-sama."
"Jangan katakan itu Myufa."

Dua bersaudara itu bertukar kata-kata yang penuh dengan implikasi.

"Tapi karena pedang itu, ayah ..."
"Mau bagaimana lagi. Kompensasi diperlukan untuk menanggung kekuatan Dewa dalam tubuh kita. Dengan senang hati aku akan menawarkan umurku atau apa pun jika aku bisa menjadi master swordsman."

Pedang itu terlihat menjadi salah satu benda berbahaya.
Memiliki seorang gadis dengan umur panjang sebagai kekasihku, aku ingin menahan diri untuk tidak menggunakan item yang dapat mengurangi umurku.
Mungkin aku harus membuat tiruan dari [Golden Sword Herarusauph] master swordsman sebagai gantinya dan menggunakannya?
Perintah God Heraruon adalah [Tunjukkan bahwa Kau dapat mengakhirinya sebagai wakilku], dan [Begitu orang menghormati namaku, aku akan memberikan tandanya kepadamu], oleh karena itu, selama orang-orang berpikir yang ku miliki adalah yang asli,  kupikir seharusnya tidak apa-apa.

"Zanza, Myufa! Apa yang kau lakukan dengan bermalas-malasan di sini! Cepat pergi ke pertemuan!"

Bocah Zanza dan Myufa dibawa pergi oleh seorang pria yang datang untuk menjemput mereka.

Menurut informasi Peta, pasukan Sania Kingdom telah mulai memerangi Sand demon scorpions di Small Sand Sea, tetapi mereka hanya bersentuhan dengan kawanan berskala kecil.
Itu seharusnya sekitar 5-6 jam sebelum mereka bertemu dengan kawanan yang sebenarnya.


"Aku mengerti, itu kartu truf『 Clan sword 』ya. "

Ada Sand demon scorpions di sebelah kapal perang berangkat dari [Sania Kingdom] dan [Clan sword].
Menurut bacaan AR, Sand demon scorpions yang membawa bendera itu tampaknya adalah monster yang dijinakkan.

--Itu.

Aku menemukan objek yang familiar di kepala Sand demon scorpions.
Magic tool bernama [Screw] yang digunakan Weasel Empire untuk mengendalikan monster.

"Master, jika kau ingin mengambil pedangnya dari orang itu, izinkan aku--"
"Tidak, bahkan jika kita mendapat izin dari Raja Sania, aku tidak akan bergerak sampai dia jatuh dalam pertempuran."

Aku mengunjungi Raja Sania sebelum datang ke sini dan bertanya apakah aku bisa meminjam Golden Sword, dan dia dengan mudah memberiku izin.
Dia mungkin mencoba membuatku bentrok dengan [Clan sword] dan menghancurkan kekuatan mereka.

Aku bisa mengerti jika itu selama masa normal, tapi aku tidak percaya dia mencoba mengurangi potensi perang pasukannya tepat ketika [Gnawing] yang tak terduga dimulai.
Raja Sania adalah seorang konspirator hebat yang jauh lebih mampu dariku atau penguasa bodoh.

Aku berpikir untuk membebaskan [Clan wand] yang terkurung untuk sesaat, tapi karena Haifa meninggalkan kesan mendalam padaku, aku tidak merasa ingin melakukannya.

"Master, aku sudah membeli Sand Yacht, jadi aku laporkan."
"Terima kasih, Nana. Kalau begitu, mari kita pergi."
<TLN : https://id.wikipedia.org/wiki/Yacht>

Kami naik yacht yang dibeli Nana, mengikuti kapal perang dan menyaksikan pertempuran di atas pasir.

"Begitu, mereka membiarkan monster jinak bertarung dengan yang liar dan menggunakan kesempatan itu untuk menggerakkan screw untuk membuat lebih banyak monster jinak."

Mereka mungkin mencapai kesepakatan untuk menghapus [Clan wand] karena mereka percaya pada strategi ini.

Namun--.

"Terlalu banyak scorpion."
"Aku memiliki pendapat yang sama, jadi aku memberi tahu. Banyak scorpion yang datang berkontak dengan kapal perang, jadi aku melaporkan."

Sand demon scorpions yang telah memanjat kapal perang terbunuh oleh gerakan khusus Clan sword.
Gerakan-gerakan khusus itu tampaknya terspesialisasi dalam membunuh Sand demon scorpions. Mereka membunuh scorpion itu dengan kecepatan yang luar biasa karena perbedaan level.

"Oh, sepertinya mereka akan menggunakan『 Golden Sword 』."

Master Swordsman itu berdiri di haluan kapal perang dengan pedang berwarna emas di tangannya.
Sekelompok Sand demon scorpions berjumlah sekitar 50 datang ke arahnya sambil menerbangkan awan debu.

"O Dewa Heraruon, yang menyaksikan dari surga! O 『Golden Sword Herarusauph』! Makan jiwaku, berubah menjadi kekuatanku! "

Cahaya yang menyelimuti Golden Sword membungkus tubuh master swordsman, sangat mencolok.

"Secret Art- 《Sun Slash》"

Dengan tebasan satu sisi dari master swordsman, sekitar 70% dari 50 Sand demon scorpion telah dinetralkan.

Swordsman [Clan sword] melompat ke gerombolan Sand demon scorpions yang berkurang.
Zanza dan Myufa ada di antara mereka.

"Gerakan Spesial - 《Golden Sword》"

Pedang mithril perak yang dimiliki bocah Zanza terbungkus cahaya keemasan.
Sand demon scorpion yang kokoh dipotong seperti mentega ketika dia menebas dengan pedang yang diselimuti cahaya keemasan.

Aku pikir ini adalah varian dari skill Magic Edge, tetapi melihat pada pembacaan AR dari bar MP Zanza boy, skill tersebut benar-benar memiliki konsumsi bahan bakar yang buruk.

"Kurasa ini akan berakhir tanpa giliran kita?"
"Menolak prediksi Master, jadi aku informasikan."
"Master, kapal perang selain master swordsman tampaknya kewalahan."

Bahkan tanpa melihat di Peta, garis depan secara bertahap mundur seperti yang dikatakan keduanya.
Swordsman itu tidak punya pilihan selain mundur ke tepi lautan pasir ketika kerumunan scorpion dengan jumlah dua tiga kali lipat dari 50 scorpion yang kuat sebelumnya, datang.

Selanjutnya--.

"A-apa-apaan itu!"
"Suruh Sand Worm berkumpul di sini untuk memangsa Sand demon scorpions!"

Swordsman itu berteriak keras ketika mereka melihat benda mirip kumbang besar yang muncul menerobos pasir.
Diameternya kira-kira sebesar penahan kapal pasir.

"Penyebaran perkembangbiakkan jadi aku laporkan."

Seperti yang dikatakan Nana, hal-hal yang mirip kumbang larva muncul dari pasir satu demi satu, menenggelamkan kapal-kapal pasir.
Aku tidak bisa membiarkan orang-orang itu mati di depan mataku, jadi aku memindahkan orang-orang yang tertelan oleh benda-benda itu dan mereka yang tenggelam di pasir ke pinggiran Sania Kingdom.

"Master, mereka datang."

Hamparan pasir yang luas terangkat, melonjak seperti tsunami.
Kapal pesiar kami baik-baik saja karena didukung oleh [Magic Hand], tetapi kapal perang lainnya mengalami kesulitan.

Kapal pemimpin yang digunakan oleh master swordsman tampaknya memiliki kapten dan kru yang baik, mereka telah berhasil mencegah kapal terbalik.

"T-tidak mungkin! Kenapa benda itu ada di sini!"

Master Swordsman itu berteriak pada sesuatu yang muncul membelah lautan pasir.

"Benda itu seharusnya disegel di Sandstorm Labyrinth yang dilarang Raja Sania untuk siapa pun mendekat!"

Sulit untuk menggambarkan bentuk benda itu.

Seekor anemon laut yang menunggang kura-kura raksasa dengan banyak kaki, masing-masing tentakel anemon lautnya sebesar Sand Worm, dan memiliki banyak kepala seperti hydra.

"Sialan kau raja bodoh! Bahkan tidak bisa melakukan satu-satunya pekerjaanmu!"

Master swordsman semakin liar.

"Master Swordsman-sama! Tolong lihat tengah kepalanya!"
"I-itu!"

--Gegegeh.

Seorang gadis melekat padanya seperti patung dari sebuah kapal pesiar.
Apalagi wajahnya terlihat akrab.

"Bukankah itu gadis Haifa yang kita selamatkan dari Bajak Laut Pasir?"

Liza yang pandai mengingat wajah orang memberi tahuku.

"『 Clan Wand 』Sialan ! Kau bahkan menggunakan posisimu untuk mengatur penghalang badai pasir dan mengembalikan posisimu!"

Sepertinya master swordsman juga akrab dengan Haifa.

"Tapi ini adalah akhir dari takdirmu."

Master Swordsman itu meraung dengan ganas sambil mengangkat Golden Sword ke arah langit.

"Tidak ada musuh yang bisa berdiri di depan『 Golden Sword Herarusauph 』yang diberkati oleh Dewa Heraruon dan Secret art ku,『 True Sun Slash 』."

Golden Sword yang mengarah ke surga menusuk ke depan dalam sekejap.

"Binasalah -『 Land King 』"

Master Swordsman yang seluruh tubuhnya memancarkan cahaya berwarna emas meluncurkan dirinya pada Land King untuk mempertaruhkan semuanya pada pertempuran habis-habisan.



TL: Haze t
EDITOR: Isekai-Chan

Kamis, 16 Juni 2016

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 16-64 Parion Holy Land, Sekali Lagi (3)

View Article
Chapter 16-64. Parion Holy Land, Sekali Lagi (3)


Satou di sini. Kau biasanya menemukan banyak bug dalam program yang kau buat dengan sempurna selama periode pengujian. Sebaliknya, program yang tidak menunjukkan bug apa pun selama pengujian biasanya menyembunyikan bug jahat di dalamnya.
<TLN : Bug itu semacam error dalam program>


"Uwaaaaaaa"
"Apa-apaan ini. Kenapa jumlahnya bertambah banyak."
"--Tch. Yuuki! Singkirkan mereka dengan magicmu."
"Tidak mungkiinn "

Para hero panik melihat demon lords berkembang biak dengan cepat hingga mengisi ruangan sepenuhnya.
Pendamping mereka sudah mulai chant semacam spell, tetapi mereka pasti akan tertelan dalam gelombang demon lords yang mirip tsunami sebelum mereka bisa menyelesaikannya.

"Me-Meiko, lakukan sesuatu tentang iniiiiiiiiii"
"Diam, Yuuki. Bertempur dengan banyak lawan adalah keahlianmu."
"L-lupakan itu, kita harus lari--"

Mungkin ide yang baik untuk membawa para hero ini ke zona aman untuk saat ini.

Karena menyerahkan City Core ke demon lord kemungkinan akan mempersulit banyak hal, aku memasang penghalang berlapis-lapis di sekitar Core dan memerintahkannya untuk mempertahankan diri.

Aku menggali sebuah terowongan secara vertikal dengan magic earth [Free Mining], menangkap para hero dengan [Magic Hands], dan berpindah ke langit yang terlihat di atas tempat suci dengan Unit Arrangement berbasis-penglihatan.

"Ugyaaaaaaaaa"
"L-langit? Kenapa langit?"
"Di-mana demon lords?"

Karena teriakan Hero Yuuki terlalu keras, aku memindahkan kami lagi ke tempat suci yang dihancurkan.

Setelah terdiam beberapa saat, sebuah objek yang merupakan campuran warna-warna ultramarine dan warna gelap yang dibalut cahaya ungu muncul keluar dari terowongan vertikal yang ku buat seolah-olah pecah.
Ini hampir tidak berbentuk seperti aslinya lagi, tapi itu mungkin segerombolan demon lords Lich.
Ini seperti kumpulan lumpur dan kain tua dalam tubuhnya.

Hanya 10 demon lords yang keluar dari tanah.
Jalan itu tampaknya telah tersumbat, demon lords yang tersisa menggeliat-geliat di dalam terowongan dan ruang City Core.

"Demon lord, matiiiiiiiiiiiiiii!"

Hero Meiko bergegas menuju demon lords sambil mengeluarkan cahaya biru.
Bertarung melawan 10 demon lords pada saat yang sama seharusnya terlalu berat bahkan untuk Hero Meiko dan Unique skill tipe penghindarannya yang sempurna.

--GWROROOOOOUNN!

Aku mengalihkan pandanganku ke arah raungan black dragon Heiron dan melihat Liza dan yang lainnya berputar-putar di langit.
Aku mendekati demon lords Lich dengan Ground Shrink, menangkapnya dengan [Magic Hands] dan kemudian aku melemparkannya ke udara.

Kami menggunakan kesempatan ini untuk melakukan yang terbaik terutama untuk menghilangkan stres para gadis dan melakukan tes pertempuran lapangan, jadi memiliki banyak demon lords ini sangat mudah.

"H-hei!"
"Kita akan mengurusi sisanya."

Setelah mengatakan itu kepada Hero Meiko yang memprotes, aku melemparkan semua kecuali satu demon lords ke udara.
Alasan mengapa aku hanya meninggalkan satu adalah karena aku berharap para hero yang mengalahkannya akan menaikkan flag Pulang pada mereka.

"Yang ini mangsa kita! Jangan ikut campur, kau mendengarku."
"Aku tahu, lakukan yang terbaik."

Dengan Ground Shrink, aku mengambil jarak yang cukup agar tidak terpotong bersama dengan demon lord.

--GWROROOOOOUNN!

Seluruh langit bercahaya, dan beberapa demon lords Lich terbakar menjadi kabut hitam oleh napas Black dragon Heiron.
Pochi mengendarai white dragon dan Liza terbang dengan Powered Exoskeletonnya mendekat pada tiga demon lords yang telah menahan serangan langsung napas Heiron.
Bayi Dragon yang terbang bersama mereka menggunakan nafasnya tetapi tidak bisa mengalahkan satupun demon lord, dan berteriak dengan sedih.

『TOU, nanodesu!』

Holy sword Pochi berbenturan dengan kepalan tangan demon lord, kilatan cahaya berwarna biru dan percikan api ungu menari-nari di udara.

『UORYAAAAAAAAAAA Nanodesu !!』

Mungkin karena efek dari title [True Hero] yang dimiliki Dog Hero Pochi, holy swordnya yang berbenturan memancarkan kilatan cahaya biru yang menyilaukan, membakar tubuh demon lord Lich.
Holy sword Pochi berhasil membelah demon lord menjadi dua, namun pedang itu juga tidak luput tanpa kerusakan ketika seluruh bilah pedang hingga kepegangannya hancur berkeping-keping.

Liza menghindari tinju demon lord Lich dan menusuk kepalanya dengan tombak dragonnya, lalu cahaya biru yang berputar keluar dari gerakan pamungkasnya-nya menghancurkan bagian atas tubuh demon lord.
Namun, dia tidak bisa menghindari feeler yang tak terhitung banyaknya yang datang dari demon lord lain ketika mereka lewat, sisi penghalang pertahanan Powered Exoskeleton miliknya hancur, merusak baju exoskeleton itu sendiri. 
Meskipun keduanya memiliki kelebihan yang luar biasa dalam level, Unique skill demon lord masih tidak  bisa diremehkan.

『Master, maafkan aku. Penghalang pertahanan Mode Assault telah diterobos. 』
『Simpan laporannya untuk nanti, beralih ke Mode Balanced Battle atau Mode Defense.』
『Dimengerti.』

Setelah mengatakan itu pada Liza, aku mengalihkan pandangan pada demon lord yang lolos dari serangan mereka.

『Ey!』

Dengan teriakan imut, tembakan seperti laser biru dari meriam akselerasi Lulu menembus salah satu demon lords.
Menilai dari kaliber, itu pasti Holy Shell dari meriam akselerasi kaliber besar yang dimuat dalam Flying Fortressnya.

『Ey! Ey! 』

Holy Shell berikutnya yang ditembak Lulu menghancurkan bagian atas demon lord lain, namun--

『Uhaa, mereka tangguh bahkan dengan level rendah seperti itu, seperti yang diharapkan dari demon lords.』
『Ya, itu sulit dipercaya.』

Target berikutnya demon lord memukul Holy Shell dengan tinjunya dalam balutan cahaya ungu.
Tentu saja, demon lord tidak berhasil selamat tanpa cedera menggunakan tindakan intersepsi yang sembrono, holy shell yang berubah menjadi serpihan oleh tinjunya berakhir menghancurkan bagian atasnya bersamaan dengan itu.

"Sekarang, Yuuki!"
"Aku mengerti!"

Tembakan luas area magic fire dari tanah membakar sisa-sisa demon lords yang jatuh.
Magic api Hero Yuuki memang mengurangi HP demon lords, tetapi demon lords ini tampaknya memiliki daya tahan tinggi terhadap magic, itu tidak terlalu efektif.

『Arisa, jika kau mau.』
『Okay!』
Api biru yang dilepaskan beberapa detik kemudian menghapus sisa-sisa demon lords yang mulai meregenerasi di udara.
[Blue Inferno] yang pernah membakar Greater Demon dalam pertempuran di Weasel Empire.

"『 Blue Inferno 』? Jika aku menghubungkan diriku dengan Michael, aku juga--"

Hero Yuuki terdengar frustrasi.

"Meiko! Mereka menggandakan diri! Para demon lords bertambah banyak, berhenti memotong anggota tubuh mereka !!"
"Diam, Seigi! Bagaimana kau bisa berharap aku mengalahkan mereka tanpa memotong mereka!"
"Berhenti bertengkar kalian berdua! Seigi, apakah apimu masih belum bisa digunakan?"
"Aku bilang, aku tidak bisa melakukannya untuk sementara waktu! Tidak bisakah kau menggunakan api pemurnian sendiri!"
"Meiko akan terpanggang bersama jika aku menggunakannya!"
"Apakah kau tidak memiliki magic yang dapat membedakan antara teman dan musuh?"
"Aku tidak menggunakan magic setengah-setengah seperti itu!"

Berbalik ke arah hero yang bertengkar, adegan Hero Meiko bertarung melawan tiga demon lords yang baru muncul di atas tanah merah gelap terlihat di depanku.
Dilihat dari percikan darah dan potongan-potongan daging yang tergeletak di sekitar, tampaknya ada semacam kondisi untuk demon lord ini menggandakan diri, seperti halnya ketika Hero Meiko memotong anggota tubuhnya.

Aku punya perasaan bahwa itu terkait dengan kepadatan miasma.
Meskipun demon lords mengamuk di sekitar sini, miasma di sekitar holy city itu tipis.

Mungkin--.

Untuk mengkonfirmasi kecurigaan ku, aku mencoba memotong pergelangan tangan dan lengan kanan salah satu demon lord dengan Miasma Sight aktif.

"Waaa, tolol! Apa yang kau lakukan!"
"Kau, rambut ungu di sana! Urus sendiri demon lord yang kau buat itu!"

Lengan kanan yang jatuh di tanah selesai meregenerasi menjadi demon lord baru sebelum Hero Seigi dan Hero Yuuki bisa menyelesaikan keluhan mereka.
Benda mirip lumpur memanjang keluar dari pergelangan tangan yang terpotong saat mulai beregenerasi, tetapi prosesnya lebih lambat daripada lengan kanan.

--Seperti yang ku pikirkan.

Demon lord ini mengkonsumsi miasma di sekitarnya setiap kali regenerasi itu sendiri.
Alasan mengapa tingkat regenerasi berbeda tergantung pada anggota badan yang dipotong pasti karena perbedaan jumlah miasma yang terkandung dalam bagian-bagian tersebut.
Dan alasan mengapa demon lords ini tidak beregenerasi dari percikan darah pasti karena kekurangan miasma.

"Bersihkan miasma di sekitarnya! Demon lord akan berhenti berlipat ganda jika kau melakukannya !!"

Aku berteriak kepada para priest dan magician yang termasuk dalam kelompok hero.
Aku lupa menggunakan nada bicara Hero Nanashi, tapi yah, tidak masalah.

Aku memberikan tugas kepada petugas hero karena Hero Yuuki tampak buruk dalam kontrol magic yang tepat.
Selama aku ada di sana, Spirit Lightku akan menghilangkan miasma, tetapi tidak ada jaminan bahwa aku akan selalu ada untuk melindungi mereka.


『--Berikutnya』

Ditekan oleh Mia yang telah selesai memanggil artificial spirit, aku melemparkan demon lords yang dibuat ulang dari milik Hero Meiko dan tebasanku ke arahnya.

『Lakukan.』

Serigala raksasa berwarna platinum menunjukkan dirinya dari luar reruntuhan.
Itu adalah artificial spirit yang berbentuk seperti serigala besar yang lahir dari magic spirit Mia, [Mythology Eater Wolf].
Mia yang MP-nya hampir dua kali lipat Arisa tidak bisa memanggilnya sendiri, dia membutuhkan bantuan Warship Wand yang dipenuhi dengan philosopher stone dalam jumlah besar.

--FWOOOOOOOOOOOOWN.

Serigala besar mengeluarkan lolongan yang seperti angin dingin yang bergema di gunung musim dingin, dan itu menghembuskan napas putih berkilau menuju demon lords.
Demon lords yang dimandikan dalam nafas menghilang menjadi kabut hitam.
Ada beberapa yang mencoba menghadangnya dengan kepalan tangan dan feeler mereka yang dibalut cahaya ungu, tetapi mereka semua menghilang tanpa sedikit pun perlawanan.

Meskipun itu tepat mengingat itu adalah magic anti-dewa, aku tidak akan pernah mengira akan sebesar ini.

"A-apa benda itu?"
"Musuh baru? Apakah ini musuh baru?"
"P-pedangku akan menebas apa pun, tidak peduli lawannya."

Aku tidak menyalahkan hero dan pendamping mereka karena terguncang.

Sama seperti artifical spirit lainnya, serigala besar ini juga membutuhkan sejumlah besar mana untuk mempertahankan bentuknya.
Itu kehabisan persediaan mana tidak lama dan menghilang menjadi kabut putih, menyebarkan salju kristal putih kesekitar.

『Menghilang tepat setelah dipanggil dan melepaskan serangan pamungkasnya, sama seperti summon dalam Final Quest, bukankah begitu.』

Arisa dengan acuh tak acuh mengeluarkan referensi ke permainan nasional yang sangat populer bersama dengan komentarnya.

Menambahkan lebih banyak pasokan mana dapat dilakukan dengan menggunakan Warship Wand, tetapi tidak ada yang dapat terus mempertahankan [Mythology Eater Wolf] yang sangat intensif, itu tidak sesederhana itu.
Kau akan berakhir dengan Warship Wand seukuran pulau kecil untuk itu.

『Master, masih ada musuh yang tersisa?』
『Ya, masih ada sekitar 90 dari mereka.』
『Uhaa, dan semuanya ada di sekitar level 50? Jika kita membudidayakan ini, aku bisa mencapai level 80 sebelum hari ini - 』

Arisa berhenti di tengah jalan dan mulai berbicara dengan orang lain.

『- Ya, aku pasti akan memberitahunya.』
『Apa yang salah, Arisa?』
『Miko-san yang diselamatkan Tama menjadi rewel, dia menyuruh kami untuk berhenti mencemari holy city sekaligus 』

Jauh dari mencemari, miasma di holy city tidak pernah lebih tipis dari ini.
Meskipun, bahkan jika daerah di sekitar tempat suci telah berubah menjadi puing-puing, sejauh mata ku melihat, sekitar 40% bangunan masih berdiri, mereka pasti takut pertarungan kita dan serangan magic Hero Yuuki akan menenggelamkan tempat suci dalam kobaran api.

Bahkan magic fire yang ditembakkan Hero Yuuki telah mengubah satu bagian holy city menjadi abu.

Aku membiarkan mereka mengatasinya karena situs itu telah berubah menjadi reruntuhan, tapi mungkin aku seharusnya membawa mereka semua ke salah satu sub-space yang aku miliki.

『Oke. Mari kita ubah medan perang. 』


"<DANCE>> Wind Stiletto!"

Tujuh bilah pedang terbang dari Silver knight Air, alias Zena-san, dan menari-nari di udara sambil mengeluarkan suara menyegarkan.

"<WEAR>> Wind Stiletto!"

Bilah pedang yang dibalut angin bercahaya biru menghancurkan demon lord.
Zena-san yang sudah selesai membaca Holy Verse mulai chant spell wind tingkat lanjut.

"Awas desuwa! Ze--"

Demon lord Lich yang dibalut cahaya ungu mendekati Zena-san sambil menghindari kerumunan bilah pedang yang mendekatinya.

『Itu Silver Knight Air.』
"Ya, itu desuwa!"

Saat menerima bantuan dari [<<Intelligent Item>>] Raka yang dia pakai, Lady Karina menempatkan dirinya di antara demon lord dan Zena-san.
Lady Karina mencoba untuk memblokir tinju berbalut cahaya ungu dari demon lord Lich dengan menyilangkan tangannya.

『Kau tidak bisa! - Bantuan Darurat, Phalanx! 』

Raka yang telah menilai bahwa pertahanan mentah saja tidak akan mampu menerima pukulan tersebut, mengerahkan defensive shield yang dimuat dalam Silver armor Lady Karina.
Penghalang berlapis-lapis yang dibuat seperti payung yang sekuat Fortress bentrok dengan tinju demon lord Lich.

Tinju demon lord yang menghancurkan semuanya akan terdorong kembali oleh ledakan yang terjadi setiap kali lapisan pertahanan dihancurkan melalui seni spell Phalanx yang bekerja seperti baju besi reaktif.
Feeler berbentuk lumpur yang keluar dari tubuh demon lord Lich menyerang Lady Karina di kedua sisi, tetapi itu sudah hilang.

Demon lord Lich melihat sekeliling dan melihat Lady Karina terbang di udara.

“<<WHISPER>> Holy Servant!"

Potongan armor yang terbelah dari Silver Knight Holy, alias milik Sera, armor, berubah menjadi benda-benda geometris dan melayang di sekitarnya.

"<PRAY>> Holy Servant!"

Gelombang pemurnian cahaya berwarna biru melesat keluar dari objek itu, mendorong dan melilit demon lord.

"<<BESEECH>> Holy Servant!"

Gelombang hitam yang datang dengan ayat suci ketiga secara fisik menghancurkan demon lord.
Aku membuat Ayat-ayat Suci ini ketika keteganganku memuncak setelah sesi yang berlangsung semalaman. Fakta bahwa dua ayat pertama terdengar mirip dengan spell revival dari game dungeon tertentu hanyalah sebuah kecelakaan. Aku membuat yang terakhir secara acak. Tanpa penyesalan.

Demon lord merobek serangan dengan kepalan tangan berbalut cahaya ungu dan feelernya, tetapi tidak bisa menghancurkan semua gelombang sekaligus, sehingga terhenti.
Sambil menyerahkan peran pada Objek, Sera telah memulai spell untuk holy magic tingkat lanjut.

"Ayo lakukan ini, Raka-san!"
『--Umu. <<SURGE>> Rending Force Armor! 』

Silver Knight Kung-Fu, alias Lady Karina, yang berlari dengan kecepatan tinggi di langit mulai membuat postur tendangan lompatan tajam sambil dibalut cahaya yang menyilaukan dari holy verse yang dibacakan Raka.

『<<STARFALL>> Rending Force Armor!』

Lady Karina yang menerima puluhan kali gravitasi normal melalui Gravity Control melaju dalam kecepatan meteor.

"KARI--"
『Itu Kung-Fu』
"KUNGFU DRILL KIIIII ---"

Lady Karina yang tidak bisa menyelesaikan meneriakkan nama lengkap dari teknik itu karena dia mengoreksi dirinya akibat sindiran Raka menabrak penghalang pertahanan demon lord.

Bentrokan intens antara cahaya ungu dan biru terjadi hanya dalam sekejap.

Penghalang pertahanan demon lord yang telah dirusak oleh serangan Zena-san dan Sera tidak bisa menahan serangan pamungkas Lady Karina yang telah diperkuat dengan holy verse, dan pecah berkeping-keping.

Lady Karina yang menerobos bagian kanan atas demon lord itu mengancurkan tanah ketika debu dan batu terbang ke mana-mana dari momentumnya, tenggelam jauh di bawah tanah begitu saja.
Kesalahan terakhir itu sama seperti dia, tetapi kekuatan serangannya itu masih menakjubkan.

"Air!"
"Ya!"

[Wind Stiletto] Zena-san bersarang di demon lord yang kehilangan setengah kanan atas tubuhnya, dan kemudian bilah pedang mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara.

"Tempest"

Tepat sebelum Zena-san mengaktifkan spell magic wind tingkat lanjut yang tertunda, dia membaca holy verse terakhir.
Angin bertiup kencang di sekitar demon lord seperti badai, dan kemudian jejak cahaya keemasan muncul di dalam angin dan membungkus demon lord di dalam badai.
Sangkar burung emas yang pernah membungkus Greater Demon tampaknya tidak bisa menahan tinju dan feeler demon lord yang dibalut dengan kekuatan destruktif, sepertinya akan terbuka berkali-kali.

Namun, ekspresi bermartabat di wajah Zena-san tidak terganggu.

Karena--.

"Divine Retribution!"

Sera merapal spell yang tertunda, menyerang demon lord.
Holy Magic yang ia rapalkan pada awalnya merupakan magic ritual yang memungkinkan untuk ia untuk chant sendiri dengan bantuan objek geometris yang melayang di sekitar Sera.

Demon lord hancur menjadi pasir mulai dari ujung, tempest dan sangkar burung membantu mempercepat proses.

--HWWWWWOOOOOOOOMWN.

Cahaya ungu membanjiri bagian luar tempest sangkar burung saat demon lord yang hancur merayap keluar darinya.
Biasanya, itu seharusnya sudah mati sekarang, tetapi demon lord ini memiliki Unique skill, [Unlimited Regeneration (Rebirth)] berhasil menghadang spellnya.

"Ini bukan saatnya untuk menahan bilah pedang-ku - << Fill"
"Tunggu, Air."

Sera menghentikan Zena-san yang akan membaca holy verse terakhir.
Sebelum Sera bisa menjawab Zena-san yang memandangnya menanyakan alasannya, sebuah teriakan memberinya jawaban yang dia cari.

"KUNGFU DRILL UPPEEEEEEEEEEEEEER!"

Seperti karakter game pertempuran, Lady Karina muncul dari kanan bawah demon lord.
Dia mengirimkan demon lord ke surga di dalam pusaran angin biru.

Lady Karina mendarat dengan indah ketika sisa demon lord menghilang menjadi kabut hitam.
Pose Shupin yang terlihat imut pada Pochi terlihat agak keren pada Lady Karina dan proporsi tubuhnya yang luar biasa.


『Sepertinya Silver Team bisa mengalahkan demon lord yang lemah sendiri sekarang.』
『Ya, pertarungan mereka cukup hebat.』

Sayangnya, mereka tidak mendapatkan tittle hero.

『Bagaimana kabarnya di sana?』
『Kami mengalahkannya hingga yang terakhir, tetapi hanya ada 70. Kurang dari jumlah yang disebutkan Master di awal.』

Aku memiringkan kepalaku karena bingung mendengar jawaban Arisa.
Aku memeriksa peta untuk berjaga-jaga, tetapi aku tidak dapat menemukan demon lord yang aku lupa bawa ke sub-space.

『Jangan khawatir jika tidak ada yang lolos. Exp yang mereka berikan tidak sebaik itu. 』
『Benarkah? 』
『Un, masing-masing hanya seperti 40% dari monster level yang sama. Sebagian besar bahkan tidak lebih dari 10%. Kupikir semakin demon lord meregenerasi dirinya sendiri semakin sedikit exp yang didapat. 』

Sepertinya kita tidak bisa mengeksploitasi Regenerasi Tanpa Batas untuk naik level dengan mudah.
『Master, golden armorku, purged powered exoskeleton, dan spare great shields telah dihancurkan, jadi aku minta maaf.』

Aku telah melengkapi Nana dengan Powered Exoskeleton yang berorientasi pertahanan di atas golden armor nya, tetapi ternyata, itu dihancurkan dalam pertarungan melawan banyak demon lords.
Aku membuatnya dengan fungsi yang dapat bertahan melawan hal-hal seperti taring dragon, tetapi itu tampaknya berhasil dirusak karena jumlahnya lebih dari yang ku perkirakan.

Pertarungan itu lebih sengit daripada yang kupikirkan, bahkan golden armor Ninja Tama rusak.

『Tidak perlu meminta maaf. Maksudku, Nana telah menyelesaikan tugasnya untuk melindungi semua orang. 』
Lebih dari cukup bagiku jika Nana keluar tanpa menderita cedera serius.

『Ya, Master. Aku pasti akan menanganinya lebih baik lain kali, jadi aku menyatakan. 』

Sama seperti dengan Nana, powered exoskeleton masih memiliki ruang untuk perbaikan sepertinya.

『Jadi, apakah hero-hero itu masih melakukannya?』
『Aah, sepertinya mereka sedang berada di ujung tanduk.』

Aku mengalihkan pandangan untuk melihat para hero yang bertarung melawan demon lord yang kuat.



TL: Haze
EDITOR: Isekai-Chan